Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 24 Agustus 2017

Tag: , , , ,

SETITIK AIR: Abasa



Abdul Gafur, wartawan Lampung Post. Dok. Lampost.co

SETITIK AIR: Abasa


SOSOK Abdullah bin Ummi Maktum terlahir dalam keadaan buta. Ibunya bernama Atikah binti Abdullah bin Ma’ish. Dengan demikian, Abdullah bin Ummi Maktum adalah putra dari bibi Siti Khadijah binti Khuwalid.
Masyarakat kota Mekah mengenal Abdullah bin Ummi Maktum sebagai tunanetra yang tetap ulet mencari penghidupan meskipun memiliki kekurangan indra penglihatan. Lebih istimewa lagi, Abdullah bin Ummi Maktum juga sosok haus akan pengetahuan. Ia memiliki daya ingat kuat dari apa yang pernah ia dengar.
Manakala tersiar kabar padanya sosok mulia nan terpercaya telah membawa wahyu dari langit dan mengajarkan risalah kepada sebagian penduduk Mekah secara sembunyi-sembunyi, rasa haus akan pengetahuan Abdullah bin Ummi Maktum pun membuncah. Ia pun berusaha menemui sosok mulia itu, yakni Muhammad saw.
Pucuk dicinta ulam tiba. Abdullah bin Ummi Maktum akhirnya mendapatkan apa yang ia nantikan, yakni berjumpa dengan Rasulullah. Ia pun mendapati sosok yang mendapatkan julukan Al Amin atau orang yang dapat dipercaya itu tengah berupaya keras menyampaikan risalah kepada beberapa pembesar suku Quraisy. Abdullah bin Ummi Maktum pun takjub atas apa yang ia dengar.
“Wahai Al Amin, sosok tepercaya, tolong ajarkanlah kepadaku apa yang telah diajarkan Tuhanmu kepadamu,” pinta Abdullah bin Ummi Maktum seraya menggenggam lengan Rasulullah. Namun, apa yang terjadi di luar pengharapannya, sang utusan Allah swt tidak menghiraukannya dan berpaling dengan mengerutkan wajah.
Tersinggung karena di sela di tengah-tengah ucapannya, sosok yang ia cari-cari itu justru kembali melayani tamu-tamu kehormatannya sampai pertemuan itu usai. Abdullah bin Ummi Maktum tentu tidak melihat raut wajah sang nabi akhir zaman. Namun, Dia Yang Maha Melihat tentu mengetahuinya. Ketika Rasulullah hendak beranjak pergi, turunlah Surah Abasa ayat pertama “Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling”.
Mendapati wahyu yang baru saja turun, saat itu pula, batin Rasulullah terperanjat, hati nuraninya pun bergolak. Muhammad segera beristigfar memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah ia perbuat terhadap sosok manusia yang mengharapkan mendapatkan risalah, ajaran Islam dari dia.
Bergegaslah Nabi menemui Abdullah bin Ummi Maktum. “Selamat datang, wahai orang yang dititipkan Tuhanku untuk diperlakukan baik!” seru Nabi kepada tamunya itu.
Demikianlah Abdullah bin Ummi Maktum sesungguhnya hanyalah rakyat biasa kota Mekah yang juga dalam keadaan buta. Dia bukan petinggi suku terpandang, bukan pula saudagar ataupun tokoh politik. Namun, lewat dirinya, Allah mengingatkan dan mengajarkan kepada baginda Rasul untuk memahami bahwa beliau utusan-Nya bagi seluruh kaum, baik yang sempurna maupun cacat. Peristiwa ini diabadikan dalam Alquran, Surah Abasa, surah ke-80. n
Sumber Lampost.co

About sella adelia

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar