Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label berita agustus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita agustus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Agustus 2017

Ahmad Dhani Laporkan 9 Media Online atas Dugaan Penyebaran Foto Hoax

Musisi Ahmad Dhani didampingi kuasa hukumnya melaporkan 9 media online ke Bareskrim Polri karena diduga memfitnah Dhani. Foto: MTVN/Lis Pratiwi


Ahmad Dhani Laporkan 9 Media Online atas Dugaan Penyebaran Foto Hoax


Jakarta (Lampost.co) -- Musisi Ahmad Dhani melaporkan 9 media online ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dhani tiba di Barekrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar pukul 12.15 WIB ditemani dua pengacara.
Pelaporan kali ini terkait penyebaran informasi tidak benar atau hoax mengenai status dirinya yang diberitakan dipecat dari bisnis karaoke Masterpiece. Dhani telah menyiapkan bukti berupa cetakan berita-berita yang ia maksud.
"Saya melaporkan media online yang memberitakan hanya dari foto hoax. Saya yakin kalau mereka ditanya dari mana asal foto, mereka tidak punya sumber resmi," ujar Dhani di depan gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis 31 Agustus 2017.

Dhani mengaku, ia geram dengan aksi wartawan online yang seolah tidak kapok melaporkan berita buruk tentangnya tanpa konfrmasi lebih dulu. Dia merasa sudah cukup bersabar tidak membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) usai kasus pemelintiran tweet "potong kelamin" dalam Pemilihan Presiden 2014.

Kala itu, Dhani menuturkan ia hanya melaporkan 8 media online ke Dewan Pers. Media tersebut pun telah meminta maaf. Namun, pemberitaan palsu yang merugikannya kembali terulang. Dhani pun mengambil langkah tegas langsung melapor ke polisi.

"Sekarang saya tidak lapor ke Dewan Pers, langsung mau saya buat BAP-nya. Saya sudah capek membina media, saya ingin memberi efek jera," beber dia.

Dhani menambahkan, ia juga tidak akan menerima tawaran hak jawab yang diberikan. Menurutnya, hak jawab tidak akan mampu memperbaiki kesalahan tersebut sebab kekeliruan penyebaran informasi di media online masuk Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut Dhani, sumber awal informasi yang menjadi berita adalah adanya pihak yang menyebarkan foto bahwa ia dipecat dari Masterpiece, bisnis karaoke miliknya. Kemudian foto itu diunggah kembali oleh akun gosip Instagram @Lambeturah dan dijadikan bahan berita oleh media massa.

"Yang mengunggah pertama kita tidak bisa menelusuri, tapi 9 media ini kan alamatnya jelas. Sebenarnya ada puluhan media massa online yang memberitakan, tapi yang lain tidak jelas domainnya," tutur Dhani.

Media online yang dilaporkan Dhani masing-masing Jawapos.com, Pojoksatu.com, Radarcirebon.com, Harianbernas.com, Indopost.co.id, Bintang.com, Tribunnews.com, Fajar.co.id, dan Okezone.com.

Selain 9 media online tersebut, pemberitaan juga dilakukan oleh beberapa media massa cetak. Namun, Dhani tak dapat melaporkan mereka karena di luar pokok aturan UU ITE yang menjadi dasar laporannya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 31, 2017

Besok, Bupati Zainudin Salat Iduladha di Lapangan Raden Intan


Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (kiri). (Dok. Lampost.co)

Besok, Bupati Zainudin Salat Iduladha di Lapangan Raden Intan


KALIANDA (Lampost.co) -- Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan rencananya akan melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Raden Intan, Kalianda.
Hal ini diungkapkan Staf Ahli  Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Lampung Selatan Erlan Murdiantono, Kamis (31/8/2017), ketika ditemui Lampost.co di ruang kerjanya.
Menurut dia, Besok, Jumat (1/9) salat Iduladha di Lapangan Raden Intan, Kalianda akan di Imami oleh Khairul Ulun dan Khotib Firmansyah yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri (UIN).
"Insya Allah, seluruh pejabat di Lingkup Pemkab Lampung Selatan akan melaksanakan solat Id di Lapangan Raden Intan, Kalianda. Bahkan, masyarakat Lamsel terutama warga terdekat ikut bergabung melaksanakan solat Id," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 31, 2017

Rabu, 30 Agustus 2017

Ini Alasan Payudara Lebih Sensitif saat Usia Kandungan 3 Bulan

Saat usia kandungan 16 minggu, proses pembentukan payudara mulai terjadi. Dan jika payudara menjadi lebih sensitif saat usia kandungan 3 bulan adalah wajar. (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)


Ini Alasan Payudara Lebih Sensitif saat Usia Kandungan 3 Bulan


Jakarta (Lampost.co) -- Persiapan tubuh untuk menyiapkan kesehatan bayi dalam kandungan rupanya sudah dimulai sejak dini, termasuk untuk urusan payudara yang merupakan sarana menyusui.
"Saat usia kandungan 16 minggu, proses pembentukan payudara mulai terjadi. Makanya jika payudara menjadi lebih sensitif saat usia kandungan 3 bulan adalah wajar," jelas dokter ahli kandungan dr. Febriansyah Darus, SpOG (K) dalam temu media Lactamil, Rabu (30/8/2017).
Pada usia kandungan 16 minggu hingga kelahiran, terjadi laktogenisis pertama dimana payudara mulai memproduksi hormon-hormon yang berpengaruh pada pembentukan ASI untuk makanan si bayi. Sementara, pada bulan kelima dan enam ASI sudah siap diproduksi.

Oleh karena itu, tak heran bila ada wanita yang mengeluarkan ASI saat dalam keadaan hamil, setelah melahirkan, atau beberapa hari setelah proses melahirkan.

Seiring dengan hal tersebut, maka terjadi perkembangan payudara dimana volume bagian tersebut akan meningkat karena munculnya kantong ASI sebanyak 15-20 buah. "Itulah mengapa pada wanita yang sudah pernah menyusui akan terasa ada kerikil-kerikil pada bagian dekat kulit," tambah dr. Febri.

Pada proses menyusui, terdapat dua hormon dikeluarkan oleh tubuh yaitu oksitosin dan prolaktin. Hormon prolaktin adalah hormon yang membuat kelenjar susu menghasilkan ASI untuk bayi. Sementara, hormon oksitosin atau hormon cinta adalah hormon yang dipengaruhi oleh psikologis ibu.

"Jika ibu merasa stres atau gelisah saat menyusui, maka ASI bisa tak keluar karena hormon ini juga tidak diproduksi," pungkas Lactamil expert tersebut.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi Tidak Naik

Harga daging sapi di pasar Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, tetap Rp120 ribu/kg. (Foto:Lampost/Perdhana Wibysono)

Jelang Iduladha, Harga Daging Sapi Tidak Naik


KALIANDA (lampost.co) -- Sehari sebelum hari raya Iduladha 1438 H, harga daging sapi tidak ada kenaikan di pasar Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Saat ini, harga daging sapi terpantau di beberapa pedagang Rp120 ribu/Kg.

Menurut Dadek (33) salah seorang pedagang daging sapi, tidak ada kenaikan harga jelang hari raya kurban 2017 ini. "Dari kemarin harga memang segitu, tidak ada kenaikan," katanya kepada lampost.co, Kamis (31/8/2017).

Dijelaskannya, menghadapi lebaran haji tahun ini, tidak ada persiapan khusus mengenai stok sapi yang akan dipotong. "Tidak persiapan khusus, seperti hari biasa saja," ujarnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, jika jumlah sapi yang dipotong sama seperti biasa. Disebabkan, tidak ada lonjakan permintaan daging sapi setiap tahun jelang hari raya kurban. "Setiap tahun kalau mau lebaran haji tidak ada lonjakan pembeli. Jadi ya hanya potong satu ekor saja, sama seperti kemarin," kata dia.

Menurutnya, rendahnya daya beli disebabkan, masyarakat sudah banyak mendapatkan kupon daging kurban. "Kebanyakan sudah dapat kupon kurban, maka mereka menahan diri," ujarnya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Pesan Kemanusiaan Kurban


Kurban. 4.bp.blogspot.com

Pesan Kemanusiaan Kurban


BERDASARKAN hasil sidang isbat Kementerian Agama pada Selasa (22/8), hari raya Iduladha 1438 H jatuh pada Jumat, 1 September 2017. Dengan demikian, umat Islam Indonesia khususnya bisa melaksanakan salat id disusul kemudian dengan menyembelih binatang kurban, seperti kambing, sapi atau kerbau, bagi yang mampu berkurban pada tanggal itu. Kurban hakikatnya wujud pendekatan diri kepada Allah sekaligus mendorong orang untuk peduli dengan sesama.
Sesuai dengan namanya, “adha” yang berarti menyembelih hewan, atau “kurban” yang berarti mendekatkan diri kepada Allah, ia sangat dianjurkan dalam Islam bagi yang mampu melakukannya. Nabi pernah mengatakan dalam hadisnya, “Siapa saja yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir di lapangan kami (untuk ikut salat id)”. (HR Ahmad, Ad-Daruqutni, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)
Dalam Alquran, Allah juga menyatakan, “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar [108]: 2)
Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa, menafsirkan ayat ini: Allah memerintahkan Nabi untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung, yaitu salat dan menyembelih kurban, yang menunjukkan sikap takarub (pendekatan diri kepada Allah), tawadu, merasa butuh kepada Allah, husnuzan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah, janji, perintah, dan keutamaan-Nya.
Berkurban juga merupakan tapak tilas dari apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Dengan kata lain, ia merupakan bentuk pelestarian dari tradisi atau sunah mulia dua sosok nabi dan rasul Allah.
Zaid bin Arqam berkata, para sahabat bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, hewan kurban apa ini?” Beliau menjawab, “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim”. Mereka bertanya lagi, “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada setiap bulu ada satu kebaikan”. Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan suf (bulu domba)?” Beliau menjawab, “Pada setiap bulunya ada satu kebaikan”. (HR Ibnu Majah)
Alquran menceritakan bagaimana awal mula ibadah kurban ini dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Alkisah, pada suatu malam Ibrahim bermimpi disuruh Allah untuk menyembelih Ismail. Merasa itu adalah wahyu Allah, Ibrahim pun siap melaksanakannya. Namun, ia terlebih dulu menceritakan mimpinya kepada Ismail dan bermusyawarah dengannya.
Dengan penuh ketulusan, keikhlasan dan kesabaran, Ismail pun siap disembelih jika itu memang perintah Allah. Ismail tidak membantah atau memprotes perintah-Nya. Mereka pun pergi ke Mina, dan saat belati Ibrahim hendak menggores leher Ismail, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.
Alquran menuturkan: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu”. “Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shaffat [37]: 102—107)
Lebih dari sekadar ibadah wujud pendekatan diri kepada Allah (dimensi ritual), berkurban mengandung semangat kepekaan dan kepedulian sosial (dimensi sosial), rasa kemanusiaan. Dengan berkurban, dagingnya bukan semata untuk diri orang yang berkurban, tetapi dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar, terutama orang-orang miskin. Hal ini seperti disebutkan dalam hadis, Ali bin Abi Thalib menuturkan, “Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya, kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apa pun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, pesan penting berkurban dari sisi dimensi sosial adalah memberi. Memberi daging kurban yang berarti juga memberi kebahagiaan dan kegembiraan kepada orang lain. Stephen Post dan Jill Neimark dalam bukunya, Why Good Things Happen to Good People (2011), mengatakan bahwa memberi bisa melahirkan dampak positif secara psikis dan fisik bagi si pemberi. Dengan memberi, kita menyingkirkan emosi-emosi negatif yang bergejolak, seperti rasa marah, dengki, dan iri hati, yang tentunya turut menjadi penyebab penyakit-penyakit psikis maupun fisik yang ditimbulkan oleh stres.
Mengutip penelitian Paul Wink, Post, dan Neimark, mengemukakan bahwa memberi dibangun oleh tiga sifat penting: kecenderungan untuk memberi, empati, dan kompetensi, terutama kompetensi sosial. Ketiga sifat ini bergema ke dalam berbagai bidang kehidupan, membawa kesuksesan dalam pekerjaan, persahabatan, dan cinta—dan menghasilkan kebahagiaan dan kesehatan.
Dalam ungkapan Neal Krause, satu orang tidak dapat memberikan bantuan yang efektif bagi orang lain tanpa memasuki pikiran orang lain dengan perasaan simpati dan welas asih. Membantu orang lain meningkatkan rasa kendali seseorang dan meniadakan rasa rendah diri.
Dengan berkurban dan memberikan dagingnya kepada orang lain, kita sesungguhnya tengah membangun kepribadian kita menjadi lebih berkualitas juga menciptakan kondisi dan relasi sosial yang penuh dengan rasa simpati dan welas asih. Dengan berkurban, kita membangun dan memperkuat kepekaan dan kepedulian sosial kita, terutama terhadap orang-orang yang tidak mampu atau lemah secara ekonomi. Kita memberi mereka tidak hanya daging kurban, tetapi juga kebahagiaan dan kegembiraan.
Kebahagiaan dan kegembiraan yang tidak hanya dirasakan saat Iduladha/Kurban, tetapi juga berlanjut ke hari-hari berikutnya. Seperti ditegaskan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dalam bukunya, Fatsoen (2002), semua ajaran agama—terutama Islam—bertujuan melakukan kebaikan demi terwujud perikemanusiaan.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Pantai Kedu Tujuan Favorit Pemburu Sunset

Pantai Kedu di Jalan Sinar Laut, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk melihat sunset (matahari terbenam) dan foto praweeding. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Pantai Kedu Tujuan Favorit Pemburu Sunset


KALIANDA (Lampost.co) -- Dikenal sebagai kawasan yang rawan akan aksi tindak kriminal dan tempat pembuangan sampah,  kini pesisir pantai  yang terletak di Jalan Sinar Laut Lingkungan 4 Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda,  Lampung Selatan menjadi salah satu tujuan favorit untuk pemburu sunset(matahari terbenam) dan sesi foto preweeding. Destinasi wisata baru dengan jarak tempuh sekitar 600 meter dari jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Masjid Agung Kubah Intan Kalianda itu adalah Pantai Kedu (Pusaran Air).
“Dulu, warga yang melintasi jalan sepanjang pesisir pantai ini sering menjadi korban penodongan lantaran lokasi sepi dan jauh dari permukiman. Selain rawan,  dulu juga sampah menggunung karena dijadikan lokasi pembuangan sampah. Namun sejak dikelola warga enam bulan lalu, pantai ini menjadi ramai dan aman, “ kata salah satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Pantai Kedu ditemui di lokasi pantai, Rabu (30/8/2017).
Menurut dia, setiap hari Pantai Kedu dijaga secara bergantian oleh 7 anak muda dari 70 orang jumlah anggota Pokdawis yang mayoritas kaum muda putus sekolah. “Mereka (anak muda anggota Pokdawis) tidak lagi ugal-ugalan, mabuk-mabukan dan menyusahkan orang tua. Kini mereka mendapatkan penghasilan dan tidak menganggur. Orang tua mereka sampai mengucapkan terima kasih ke Pokdawis,” ujar Ramad.
Selain Pokdawis, imbuhnya,  Pantai Kedu mempunyai 15 orang penjaga pantai dengan pola kerja satu hari satu penjaga pantai. “Pantai ini mempunyai pusaran dan arus dalam yang kuat. Jadi tidak aman untuk mandi di laut. Untuk itu, dibutuhkan penjaga pantai untuk mengawasi aktivitas pengunjung,” pungkas Rahmad.  
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Seorang ABK Tewas Terhantam Tali Kapal yang Putus

Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Seorang ABK Tewas Terhantam Tali Kapal yang Putus


KALIANDA (Lampost. co) -- Mukrodi (31), anak buah kapal (ABK) KMP Elisya, tewas terkena tali kapal yang putus di Dermaga I Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (29/8/2017), sekitar pukul 16.00.
Informasi yang  dihimpun Lampost.co, kejadian bermula saat KMP Elisya akan sandar di Dermaga I. Korban warga Desa Gunungbatur, Kecamatan Pulo Merak, Banten, melemparkan tali ke daratan.
Selanjutnya, tali ditambatkan ke dolpin atau penambatan kapal dan dikencangkan lalu dikendorkan  korban. Secara tiba-tiba, tali kapal itu putus dan mengenai kepala korban. Korban langsung terjatuh ke lantai kapal rute pelabuhan Bakauheni-merak itu.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bob Bazar Kalianda untuk diberikan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah di kepala.
"Kejadiannya sore kemarin, sempat di bawa ke rumah sakit tapi nyawa korban tidak tertolong," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Enrico Sidauruk, kepada Lampost.co, Rabu (30/8/2017).
Dari rumah sakit, jenazah korban dibawa rekan kerjanya ke kediamannya di Desa Pulo Merak, Banten. 
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Operasi Antik II Krakatau, Polres Pesawaran Ungkap 15 Tersangka

Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan (Lima dari kanan) di dampingi Wakapolres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno, saat ekpos Ops simpati, Kamis (30/8). (Ahmad Amri)


Operasi Antik II Krakatau, Polres Pesawaran Ungkap 15 Tersangka


PESAWARAN (Lampost.co) -- Selama Operasi Antik II Krakatau 2017 yang digelar sejak 20-29 Agustus 2017, jajaran Polres Pesawaran berhasil mengungkap 15 orang terduga pengedar dan pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran.
Hal itu diungkapkan Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan dalam ekpos penutupan operasi antik Krakatau 2017 di Mapolres Pesawaran, Rabu (30/8/2017).
"Sejak berdirinya Polres Pesawaran, ini merupakan operasi antik krakatau ke dua di Polres Pesawaran, dari operasi ke dua ini, petugas berhasil mengungkap 15 tersangka terduga pengedar dan pengguna narkoba dengan LP 13, barang bukti 21 gram sabu, 15 butir ekstasi dan 3,5 gram ganja," kata Syarhan.
Dia menjelaskan, dari penangkapan 15 orang terduga pengedar dan pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran, diungkap oleh jajaran Polsek wilayah hukum Polres Pesawaran.
"Dari 15 orang tersangka yang berhasil diungkap itu, ada salah satu Bandar atau pengedar, dengan inisial  JIN, sedang di lakukan pengembangan dilapangan oleh petugas untuk mengungkap, jaringan yang lebih besar lagi," jelasnya.
Sementara itu, Kasat narkoba Polres Pesawaran, AKP Fatkhurrahman mengatakan, untuk mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah hukum Polres Pesawaran harus didukung semua pihak, termasuk pemerintah daerah.
"Kasus penyalahgunaan narkoba merupakan musuh bersama, dan pemberantasanya harus didukung oleh semua pihak, mulai dari alim ulama, tokoh adat, tokok pemuda serta pemerintah daerah, karena narkoba bukan hanya tugas polri saja untuk memberantasnya  tetapi semua lapisan masyarakat," ujarnya.
Ekpos operasi antik tersebut, selain Kapolres Pesawaran dan Kasat narkoba, terlihat juga Wakapolres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno, Paur Humas Pesawa ran, IPDA Susanty.
Selain, tersangka yang dipajang dalam ekpos operasi antik krakatau 2017 itu, juga ada barang bukti, berupa tujuh unit sepeda motor dan alat komunikasi handphone sebagai sarana dan alat berkomunikasi yang digunakan  pelaku untuk transaksi maupun transportasi.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Lamsel Distribusikan 81 Sapi dan 38 Kambing untuk Kurban

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan menyerahkan hewan kurban ke pengurus Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda, Rabu (30/8/2017), di halaman masjid setempat. (Foto:Lampost/Juwantoro)


Lamsel Distribusikan 81 Sapi dan 38 Kambing untuk Kurban


KALIANDA (lampost.co) -- Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan menyatakan hari raya Idul Adha lebih besar dibandingkan hari raya Idul Fitri. Maka empat hari setelah hari raya Idul Adha diwajibkan untuk mengumandangkan takbir. Selain itu, dapat dilakukan penyembelihan hewan kurban mulai dari 10 Zulhijah hingga 14 Zulhijah.

"Hewan kurban yang akan disembelih di Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda sebanyak 13 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Maka, dagingnya bisa dibagikan untuk masyarakat sekitar 2.000 kupon. Sementara, di Masjid Jami Bani Hasan pada hari raya Idul Adha akan dilakukan penyembelihan hewan kurban antara 6-8 ekor sapi dan dagingnya bisa dibagikan untuk 1.000 kupon," katanya ketika memberikan sambutan dalam kegiatan pendistribusian hewan kurban, Rabu (30/8/2017), di Halaman Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda.

Dia menjelaskan hewan kurban yang dikumpulkan oleh panitia kurban Pemkab Lampung Selatan pada tahun 2017 ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. "Saya berharap ke depan kita mampu mendistribusikan 1 ekor sapi tiap desa di Kabupaten Lampung Selatan. Hal ini bisa terlaksana jika para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Lamsel bisa sungguh-sungguh mau berkurban dalam hari raya Idul Adha," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban Pemkab Lampung Selatan Yusri, melaporkan jumlah hewan kurban yang terkumpul yakni 81 ekor sapi dan 38 ekor kambing.
"Hewan kurban akan didistribusikan ke tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan masing-masing 3 ekor sapi, kecuali Kecamatan Sragi, Rajabasa dan Penengahan mendapatkan 4 ekor. Sementara, 32 ekor kambing akan didistribusikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamsel," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Kini Anda Bisa Unggah Foto Lebih Bebas ke Instagram

Kini Anda bisa unggah foto lanskap atau portrait di album Instagram.


Kini Anda Bisa Unggah Foto Lebih Bebas ke Instagram


Lampost.co -- Instagram kini memungkinkan Anda untuk mengunggah foto portrait atau lanskap ke album. Sejak fitur album diperkenalkan pada bulan Februari lalu, Anda hanya bisa mengunggah foto dengan format kotak, seperti format foto Instagram dulu.  
Sekarang, Anda bisa mengunggah foto dengan format pilihan Anda. Jadi, Anda tidak perlu lagi harus memotong gambar menjadi kotak. Menurut The Verge, satu kelemahan dari fitur ini adalah karena Anda hanya bisa menggunakan satu format foto pada satu album. Jadi, Anda tidak bisa membuat album dengan foto lanskap dan kotak atau portrait. 
Alasannya, Instagram menyebutkan, adalah untuk memastikan pengalaman pengguna tetap mulus dan konsisten, seperti yang disebutkan oleh Mashable. Instagram juga terus berusaha untuk memperbaiki fitur album mereka. Kini, Anda juga bisa mengedit tag yang ada dalam album setelah Anda mengunggahnya.
Versi iOS dari Instagram kini sudah memungkinkan pengguna untuk menyimpan album sebagai draf. Namun, fitur ini belum tersedia untuk pengguna Android. Instagram menyebutkan bahwa fitur ini akan tersedia di Android "dalam waktu dekat."

Fitur ini memang telah Instagram luncurkan hari ini. Meskipun begitu, tampaknya tidak semua pengguna akan langsung bisa menggunakannya. Karena itu, jangan panik jika Anda belum mendapatkannya. Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Ratusan Orang Tewas akibat Sapuan Banjir Terburuk di Asia Selatan

Ilustrasi MTVN


Ratusan Orang Tewas akibat Sapuan Banjir Terburuk di Asia Selatan


Mumbai (Lampost.co) -- Ratusan orang diyakini tewas dalam banjir besar yang menyapu kawasan Asia Selatan, dari pusat bisnis Mumbai hingga ke Nepal di Himalaya.
Di Mumbai, pada Selasa 29 Agustus 2017, layanan kereta api terhenti tatkala mobil-mobil dan para pejalan kaki terjebak banjir sedalam pinggang. Di saat yang sama, banjir memaksa evakuasi parsial di rumah sakit umum terbesar kota itu.
Banjir terburuk di Mumbai sejak tahun 2005 merupakan fase terakhir dari bencana alam yang meningkat dalam dua pekan terakhir. Hujan muson yang luar biasa dahsyat melanda di sebagian besar Asia Selatan.
Lebih dari 850 orang tewas dihantam banjir di India saja, Reutersmelaporkan, mengutip Rajan Kumar, pejabat pemerintah pusat yang mengawasi penyelamatan dan bantuan. Dari jumlah tersebut, hampir 400 orang diyakini meninggal di negara bagian Bihar, salah satu wilayah termiskin di India.
Perekonomian agraris Bihar sudah mendapat pukulan keras dari air bah yang menyapu tanaman pangan, dan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
"Orang tidak punya banyak waktu untuk mengungsi," kata Hanna Butler di Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRCRC), yang telah mempelajari kerusakan di Bihar. 
"Rumah-rumah yang lebih tradisional telah musnah, dan rumah-rumah beton juga sudah hancur fondasinya," tambahnya, seperti dilansir Financial Times, Rabu 30 Agustus 2017.
Penyebaran krisis ke Mumbai -- yang dihuni lebih dari 12 juta orang dan banyak bisnis terkemuka di India -- menyusul peringatan tentang kegagalan pemerintah kota untuk berinvestasi dalam infrastruktur air.
Sebagai kota yang dibangun di atas lahan reklamasi, tidak ada zona penyangga yang cukup ketika naiknya muka air sungai, menurut Godfrey Pimenta, pengacara dan aktivis lingkungan. Masalahnya telah diperburuk oleh polusi yang menyumbat saluran air kota, meningkatkan risiko banjir.
Di sela banjir baru-baru ini di Texas yang menarik perhatian dunia, kelompok-kelompok bantuan telah mengajukan permintaan ke calon donor di negara-negara kaya agar tidak mengabaikan krisis di Asia Selatan.
Di Nepal, diperkirakan kematian akibat banjir melebihi 350, menurut PBB. Di Bangladesh, IFRCRC memperkirakan bahwa lebih dari 140 orang telah tewas, dengan hampir 700.000 rumah rusak atau hancur.
Selain kekurangan infrastruktur air, banjir baru-baru ini mencerminkan curah hujan dari volume yang tidak biasa bahkan menurut standar monsun Asia Selatan. Menambah kekhawatiran bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi munculnya cuaca ekstrem di wilayah ini.
Pada Kamis pagi pekan lalu, situs web pemerintah kota Mumbai menunjukkan bahwa distrik Santa Cruz di utara kota telah diguyur curah hujan 285 mm dalam 24 jam sebelumnya -- lebih dari setengah curah hujan rata-rata untuk keseluruhan Agustus, menurut data historis periode antara 1951 sampai 2000.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Syukuran atas Penangkapan Wali Kota Tegal, Warga dan PNS Gelar Cukur Botak

Salah satu ASN Pemkot Tegal dicukur gundul pasca penangkapan Walikota Siti Masitha Soeparno, di Balikota Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi


Syukuran atas Penangkapan Wali Kota Tegal, Warga dan PNS Gelar Cukur Botak


Tegal (Lampost.co) -- Belasan warga Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan aksi cukur gundul, Rabu, 30 Agustus 2017, di Balaikota Pemkot Tegal. Mereka senang lantaran Wali Kota Siti Masitha Soeparno ditangkap dalam operasi senyap oleh KPK semalam.
Tidak hanya warga, aksi tersebut juga dilakukan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Rata-rata mereka sakit hati dimutasi dan dibebastugaskan oleh politikus Golkar itu.
"Ini bentuk rasa syukur Walikota Tegal (Siti Masitha Soeparno) yang arogan ini terjaring KPK. Makanya kami cukur botak, " kata Khaerul Huda, seorang PNS yang ikut dalam aksi itu, Rabu 30 Agustus 2017.

Khaerul mengatakan, kegiatan ini dilakukan oleh warga yang merupakan aktivis sosial Kota Tegal. Aksi ini juga sebagai simbol hilangnya malapetaka atas kesewenang-wenangan Masitha.

"Saya ikut digundul sebagai partisipasi karena pernah dimutasi oleh Wali Kota tanpa sebab. Gara-gara pimpinan saya dibebastugaskan," kata Baharudin staf Kelurahan yang dimutasi dari kantor Disdukcapil.

Aksi mereka juga menjadi tontonan para ASN yang sedang bekerja di lingkungan Pemkot Tegal.

Sebanyak 13 PNS yang kebanyakan Eselon II dibebastugaskan Masitha beberapa waktu lalu. Posisi mereka pun diisi pelaksana tugas.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Besok, Jokowi Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-16

Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.


Besok, Jokowi Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-16


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke-16, pada Kamis 31 Agustus 2017. Rencananya, pengumuman dilakukan di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
 "Yang penting paketnya mau diumumkan besok. Mungkin enggak di sini. Karena besok ada acara di bursa efek, Presiden akan mimpin di sana," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Agustus 2017.
Dalam pengumumannya, Presiden hanya menyampaikan garis besar dari paket kebijakan itu. Rincian kebijakan akan dijelaskan Darmin.
Paket kebijakan ini akan mengatur soal single submission pada perizinan dan pelayanan. Sebab, pemerintah sedang ingin mempermudah investor dalam melakukan izin usaha.

Paket kebijakan ekonomi ke-16, kata dia, akan fokus pada perubahan tata kerja di pemerintahan. Itu untuk memudahkan investor dalam melakukan izin usaha.

Darmin menilai percepatan izin saat ini hanya dilakukan pada pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Sedangkan pengurusan izin-izin lain lambat. Padahal, banyak investasi yang bisa masuk ke Indonesia dari berbagai bidang bila investor dapat kemudahan dalam izin berusaha.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Dana Desa Sebesar Rp1 Triliun Diharapkan Meningkatkan Nilai IDM di Tubaba

Penginputan indeks desa membangun yang dilakukan oleh P3MD kabupaten Tulangbawang barat, Rabu (30/8). (Ahmad Sobirin)


Dana Desa Sebesar Rp1 Triliun Diharapkan Meningkatkan Nilai IDM di Tubaba


PANARAGAN (Lampost.co) -- Dana desa (DD) dan Alokasi dana desa (ADD) yang dikelola 93 kepala tiyuh se-kabupaten Tulangbawang barat sejak tahun 2015 hingga akhir 2017 mendatang mencapai Rp1 triliun lebih, diharapkan mampu meningkatkan nilai indeks desa membangun (IDM) dari kategori desa tertinggal menjadi desa mandiri.
Nilai Rp1 trilunan tersebut meliputi alokasi dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) adapun rinciannya sebagai berikut, alokasi tahun 2015 ADD Rp14.497.464.706 dan DD Rp26.394.427.027. Alokasi tahun 2016 ADD Rp12.105.024.475 dan DD Rp59.233.667.000. Di tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp48.868.133.500 dan DD Rp75.378.990.000.
Jumlah tersebut dirilis oleh dinas Pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa (DPMD) setempat dan berharap dapat meningkatkan Indeks desa membangun (IDM) sebagai tolak ukur sebuah tiyuh masuk dalam kategori desa tertinggal atau desa mandiri.
Demikian dikatakan kepala bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan tiyuh setempat, Suwondo saat di temui Lampost.co, Rabu (30/8/2017) di ruang kerjanya.
Suwondo menjelaskan Indeks Desa Membangun atau IDM adalah terusan dari Data Potensi Desa tahun 2014 yang diberlakukan sebagai baseline Data Dasar Pembangunan Desa.
"Jumlah tiyuh kita yang mendapatkan dana desa saat ini sebanyak 93 tiyuh, kami berharap dengan adanya dana desa yang tersalurkan dari tahun 2015 lalu dapat mendorong nilai IDM yang tinggi, karena IDM itu nantinya menjadi ukuran tiyuh itu maju atau tidaknya," ujarnya.
IDM disusun untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menangani pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri yang nantinya dapat mempengaruhi jumlah penerimaan dana desa ke tiyuh tersebut.
"Ini yang perlu kami tekankan, bahwa pemerintah pusat tidak akan memberikan dana desa dengan jumlah besar jika nilai IDM nya nanti kecil karena dinilai tiyuh tersebut tidak mampu mengelolanya," tambahnya.
Terkait mekanisme nya, DPMD hanya sebatas menyerahkan data kepada kementerian sedangkan dalam hal pengambilanya dilakukan oleh petugas dari P3MD yang nantinya dibuat untuk memperkuat pencapaian sebagaimana yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
"Kami hanya sebatas menyerahkan data saja, penilaian nya dari pusat, menurut P3MD saat ini sudah mencapai 60% penginputan nya, kami targetkan di bulan depan ini selesai," kata dia.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

DPRD Pertanyakan Alokasi Anggaran Pendidikan di Pesisir Barat

Rapat pembahasan rencana kua ppas tahun anggaran 2018 di gedung wanita , Rabu (30/8). (Yon)


DPRD Pertanyakan Alokasi Anggaran Pendidikan di Pesisir Barat


KRUI (Lampost.co) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Barat meminta penjelasan terkait alokasi anggaran pendidikan di kabupaten tersebut yang hanya dianggarkan 10 persen dari keseluruhan APBD kabupaten.
Anggota dewan dari fraksi PDIP, Sri Suyanti mengatakan padahal jika merunut program pusat untuk pendidikan dianggarkan sebesar 20 persen dari APBN. Namun yang terjadi di pesisir barat, sektor pendidikan hanya dianggarkan 10 persen, sebaliknya di kesehatan dianggarkan 20 persen dari APBD yang ada.
"Kami minta penjelasan program pemerintah pusat yang terbalik di Pesisir Barat, yakni pendidikan dianggarkan 10 persen atau sekitar 46 miliar sedang kesehatan 20 persen atau 79 miliar lebih," kata Sri, pada rapat pembahasan rencana KUA PPAS APBD pesisir barat tahun anggaran 2018, di gedung wanita kecamatan Pesisir Tengah, antara badan anggaran (banang) DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) kabupaten pesisir barat, Rabu (30/8/2017).
Kepala Bappeda Kabupaten Pesisir Barat, Zukri Amin mengatakan anggaran kesehatan lebih besar dari pendidikan yang terjadi di kabupaten itu, saat ini, tidak terlepas dari usulan awal yang memang lebih besar diberikan porsi di budang kesehatan yaitu sebesar 20 persen dibanding pendidikan yang dianggarkan sebesar 10 persen.
"Memang 20 persen ke kesehatan, tetapi kalau sudah ada Belanja tidak Langsung (BTL), anggaran yang ada dipendidikan akan lebih dari yang ada saat ini. kenapa lebih besar kesehatan karena memang usulannya lebih besar, tetapi pada akhirnya nanti kami akan susun,  20 persen untuk  pendidikan dan 10 persen kesehatan. Namun sejauh ini struktur APBD pesisir Barat kita bagus," kata kepala bappeda.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas di Tugu Adipura

Aksi solidaritas jurnalis di tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (30/8/2017). (Effran)


Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas di Tugu Adipura


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Puluhan jurnalis cetak, televisi, dan daring (online) Bandar Lampung menggelar aksi solidaritas di Tugu Adipura, Rabu (30/8/2017). Aksi itu untuk menyampaikan aspirasi dan rasa kekecewaan terhadap tindakan yang dilakukan Kapolres Way Kanan, Ajun Komisaris Besar Budi Asrul Kurniawan terhadap rekan wartawan yang tengah melakukan peliputan.
Untuk itu, puluhan massa yang berorasi menuntut agar kepolisian daerah (Polda) Lampung dapat segera mencopot jabatan Budi Asrul yang telah melakukan penghinaan terhadap profesi jurnalis.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Alian Setiadi menjelaskan tindakan yang dilakukan Kapolres merupakan suatu pelanggaran, karena telah melakukan pelarangan dalam pekerjaan wartawan yang dilindungi undang-undang. Dengan demikian, oknum polisi tersebut patut untuk dilakukan pemeriksaan hingga pencopotan jabatan.
"Tidak seorang pun bisa melarang dan mengancam. Sikap Kapolres itu bukan seperti penegak hukum, tetapi lebih mirip preman. Kami meminta agar oknum itu diadili dan diperiksa, karena sudah melanggar UU Pers. Kami mengecam keras tindakan itu dan kami dari LBH akan mendukung dan siap mengawalnya pelanggaran etik dan pidana itu," urainya dalam orasi.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan turut menyuarakan aspirasi rekan-rekannya. Menurutnya, tindakannya dan pernyataan kapolres merupakan bentuk kekerasan terhadap wartawan dan hal tersebut melanggar UU Pers.
"Kapolres boleh minta maaf, tetapi pelanggaran itu tidak hanya bisa minta maaf saja tetapi proses hukumnya harus tetap berlanjut. Selama ini telah banyak jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Untuk itu harus ada tindakan serius dari polda. Kami semua ingin kasus kekerasan ini berhenti dan tidak ada lagi korban kekerasan kedepannya," ungkapnya.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Ikhsan mengungkapkan arogansi Kapolres harus ditegakkan secara hukum. "Itu adalah penyakit dan akan menular ke yang lainnya. Akubatnya, akan ada lagi korban kekerasan jurnalis. Maka dari itu kami minta Kapolres Way Kanan harus ditindak tegas," tuturnya.
Koordinator Aksi, Ruslan As mengatakan agar seluruh rekan jurnalis dapat merapatkan barisan untuk melawan kekerasan tersebut dan mengawal kasus yang menimpa dua rekan wartawan. "Kita harus tetap mengawal kasus ini dan merapatkan barisan," ujarnya.
Sementara, ketua IJTI, Aris mengatakan tindakan pelanggaran yang dilakukan Kapolres Way Kanan tidak dapat ditoleransi. Terlebih, saat ini oknum tersebut justru melaporkan balik dua wartawan yang melakukan peliputan itu. "Dia memang sudah meminta maaf, tetapi saya rasa itu maaf tidak ikhlas. Sebab, dia juga justru melaporkan teman kita ke Polda. Itu menunjukkan perlawanannya," ujarnya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Selasa, 29 Agustus 2017

Turnamen Bola Voli Gubernur Cup Resmi Dimulai

Peserta turnamen bola volly gubernur cup, dari Sukoharjo bertemu demgan klub bola volly dari Ambarawa, mengawali turnamen yang di gelar selama lima hari, mulai.Rabu (30/8). (Lampost/ widodo)


Turnamen Bola Voli Gubernur Cup Resmi Dimulai


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Turnamen bola voli Gubernur Cup yang digelar di Wates, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, terlihat kurang greget. Peserta hanya berasal dari Pringsewu, itupun hanya sekitar 18 klub putra putri baik siswa sekolah atau umum. Turnamen yang digelar mulai Rabu (30/8) akan berakhir pada lima hari kedepan atau Minggu (3/9), lusa.
Seremoni turnamen bola voli yang dihadiri Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi dan para kepala OPD setempat, juga di hadiri Kadispora Provinsi Lampung Hanibal dan ratusan siswa sekolah dasar.
Dalam arahannya Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, menyatakan menyambut baik dengan di selenggarakannya turnamen bola voli Gubernur Cup. Turnamen ini di harapkan bisa menjadikan wahana pembinaan untuk mencari atlit profesional di masa mendatang.
"Peserta turnamen harus mengeluarkan kemampuannya secara maksimal, sehingga bisa di lihat prestasinya. Selain itu bermainlah dengan sportif dan jujur," ujarnya.
Sementara turnamen yang di gelar selama lima hari itu di buka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan.Olahraga Provinsi Lampung Hanibal, dengan di tandai service bola.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 29, 2017

KPPG Lampung Rangkul Warga Lapas Perempuan

Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung berfoto bersama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Way Huwi, Rabu (30/8/2017). (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)

KPPG Lampung Rangkul Warga Lapas Perempuan


KALIANDA (lampost.co) -- Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung merangkul ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Way Huwi, Lampung Selatan untuk sosialisasi mengenai kesehatan, Rabu (30/8/2017).

Ketua KPPG Provinsi Lampung, Yusronida Suralaga mengatakan, pihaknya berinisiasi untuk mengadakan sosialisasi tentang pencegahan secara dini mengenai kanker serviks dan kanker payudara bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung dan Lembaga Pemasyarakatan.

"Kami hanya sebatas sosialisasi dan praktek pemeriksaan dini diri sendiri mengenai kanker payudara dan serviks. Kami memberikan pemaparan apa saja penyebabnya, dampaknya seperti apa dan bagaimana kita harus melakukan pemeriksaan dari awal," katanya usai sosialisasi.

Sementara itu, Kepala Lapas Wanita Klas IIA Way Huwi, Sri Astiani mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan warga binaan yang ada sebanyak 209 orang dan 2 orang balita. "Kegiatan seperti ini sangat diperlukan bagi kaum perempuan. Melalui sosialisasi dan penyuluhan langsung warga binaan bisa mendapat ilmu pengetahuan yang baik. Mereka juga sangat antusias mengikuti agendanya," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 29, 2017

Di Mekkah, Mencari Makanan Gratis Sangat Mudah

Jemaah haji menyantap makanan. Foto: Antara/Septianda Perdana


Di Mekkah, Mencari Makanan Gratis Sangat Mudah


Makkah (Lampost.co) -- Selepas zuhur, Selasa 29 Agustus 2017, jemaah Indonesia di sektor 6 kawasan Syisyah, Makkah, bergerak menuju restoran. Mereka tak memesan atau membeli makanan untuk dibawa pulang. Sebaliknya, mereka memakannya di situ.
"Setiap hari kami mendapat makanan gratis terutama pagi dan siang di rumah makan ini. Saya enggak kenal dengan pemilik restoran, tapi mereka mengundang kami untuk mengambil makanan yang mereka sediakan gratis. Kebetulan pas katering tidak beroperasi, bisa untuk lauk," kata Abdullah, peserta haji asal Bangka Belitung sambil menunjukkan makanan yang ia ambil.
Rekan-rekannya juga mengambil makanan yang disediakan pemilik restoran. Bahkan, jemaah dari India ikut mengambil makanan gratis. "Ini untuk jemaah haji, gratis. Sodaqoh halal," kata pegawai restoran itu.

Jemaah kemudian berseru "Alhamdulillah". Menu yang tersedia selain lauk juga gorengan seperti lumpia dan pangsit. Terkadang menu yang disajikan adalah nasi mandi atau nasi Arab.

Di Kota Makkah, untuk mencari makanan gratis dan air mineral sangat mudah. Warga Makkah membagikan makanan, buah-buahan, dan air mineral ke setiap orang yang lewat. Apalagi pada musim haji, para pemburu pahala ini berhenti di depan hotel-hotel jemaah dan membagikan makanan yang mereka punya.

Selain Makkah, hal sama dilakukan di Madinah. Di Masjid Nabawi, banyak perempuan membawa bekal sarapan untuk dimakan bersama di halaman masjid. Biasanya mereka mengundang siapa pun untuk sarapan bersama. Bahkan, anak-anak sering diajak ke masjid dan bertugas membagikan makanan kepada jemaah lainnya meski bukan saudara atau kerabat.
Mohamad Saheh, mukimin yang sudah tinggal di Arab Saudi selama 34 tahun, mengatakan bersedekah merupakan ciri khas warga di Tanah Suci.

"Mereka biasa melakukan itu. Ada makanan dibagi. Ada minuman dibagi-bagikan ke orang-orang yang lewat. Kalau bertamu ke rumah orang, tuan rumah pasti menjamu makan. Kalau tamu menolak makan, biasanya tuan rumah akan marah," jelas Saheh.

Ketua Dewan Riset Islam Universitas Tabiah, Madinah Prof. Abdul Jabbar Asya'bi menjelaskan ajaran bersedekah telah dilakukan Nabi Muhammad SAW. "Barang siapa bersedekah di kota suci, maka akan berlimpah pahala," ujarnya.

Di dua kota suci Makkah dan Madinah, Nabi mengajarkan empat hal, yakni banyaklah bersedekah, dilarang saling berbantah-bantahan, dilarang berbicara kotor atau mengumpat, dan dilarang berbuat maksiat.

Untuk itulah tidak hanya warga Arab yang berlomba-lomba bersedekah, tapi jemaah pun tidak ketinggalan melakukan hal serupa.

Sedekah yang diberikan jemaah beragam. Mulai dari wakaf Al Quran, wakaf kursi lipat untuk jemaah yang tidak bisa sujud saat salat, hingga wakaf kursi roda.

Tak sedikit jemaah Indonesia membeli Al Quran, kursi lipat untuk diwakafkan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Wakaf Al Quran dimaknai untuk membumikan ayat-ayat Allah kepada umat manusia yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, filsafat hidup dan keimanan. Bahkan pada zaman Nabi, sahabat-sahabat nabi membuat sumur-sumur yang kemudian diwakafkan untuk masyarakat.

Mengingat wilayah Arab sangat sulit mendapatkan air, maka sumur-sumur itu menjadi sumber kehidupan. Di masa sekarang sedekah air diwujudkan dengan membagikan air mineral. Banyak warga Makkah dan Madinah membagikan air mineral kemasan dan kurma untuk warga sekitar.

Menteri Agama Lukman menjelaskan jiwa sosial itulah ciri-ciri kemabruran. "Seperti Nabi katakan, ciri-ciri kemabruran adalah punya kepekaan sosial dengan sesama. Peduli sosial dengan sekitarnya. Selain itu sebarkan salam sebagai bentuk perdamaian. Islam cinta perdamaian. Itulah kemabruran yang diharapkan Nabi Muhammad," ujar Lukman.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 29, 2017