Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label berita kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2017

Badai Ekstrem Terjang Rumania. 8 Orang Tewas


Pohon tumbang di Rumania akibat diterjang badai. (Foto: MTVN/AFP)

Badai Ekstrem Terjang Rumania. 8 Orang Tewas


Bucharest (Lampost.co) -- Setidaknya delapan orang dilaporkan tewas akibat diterjang badai kencang di Rumania. Tak hanya itu, puluhan orang lainnya juga luka-luka.
Dengan hembusan mencapai hampir 100 kilometer per jam, badai tersebut menerjang daerah Timisoara. Saat ini diperkirakan badai menuju ke Ukraina.
Dikutip dari AFP, Senin 18 September 2017, sebagian orang memang sedang berada di luar rumah ketika badai datang. Kebanyakan mereka tewas karena tertimpa pohon tumbang atau papan reklame yang jatuh.

Kementerian Dalam Negeri Rumania melaporkan bahwa ada 67 orang yang terluka akibat bencana alam ini.

"Pohon tumbang, atap rumah beterbangan. Truk terbalik, air dan listrik terputus," kata Wali Kota Timisoara, Nicolae Robu.

Sementara itu, Badan Meteorologi Rumania mengklasifikasikan badai tersebut datang tak terduga dan memiliki kekuatan langka.

Awalnya, badai menewaskan lima orang di sekitar Timiosara sebelum menerjang wilayah lainnya.

Dikatakan, badai ini diakibatkan akumulasi udara panas yang tidak normal beberapa hari yang stagnan di atmosfer yaitu suhu di atas 30 derajat Celcius di Bucharest.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 17, 2017

Kamis, 07 September 2017

Gubernur Ridho Resmikan RSUD tanpa Kelas Bandar Negara Husada


Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kanan) berbincang dengan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana (tengah) saat melihat ruang operasi UPTD RSUD Bandar Negara Husada di Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Kamis (7/9/2017). Dok. MRF

Gubernur Ridho Resmikan RSUD tanpa Kelas Bandar Negara Husada


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) mampu menjadi rumah sakit tanpa kelas terbaik di Indonesia. Menurut Gubernur, upaya Pemerintah Provinsi Lampung membangun rumah sakit tanpa kelas dilakukan sejak 2011--2017.
"Kita melanjutkan pembangunan yang dilakukan di era Gubernur Sjachroedin. Rumah sakit ini menjadi tumpuan dan ujung tombak serta menjadi rumah sakit terbaik tanpa kelas di Indonesia," kata Gubernur Ridho saat meresmikan RSUD BNH di Kota Baru, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Kamis (7/9/2017).
Selain rumah sakit tanpa kelas pertama di Lampung, Gubernur juga berharap ini menjadi yang terbaik di Indonesia. "Saya berharap manajemen mampu meningkatkan akselerasi dalam meningkatkan performa RSUDA BNH terutama peralatan dan kelengkapannya," kata Ridho.
Rumah sakit ini bukan hanya melayani masyarakat di sekitar Kota Baru, melainkan mencakup Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Metro. Kehadiran RSUD BNH sekaligus mendukung RSUD Abdoel Moeloek dan RS Jiwa Lampung. "Oleh karena itu, RSUD BNH harus mempersiapkan segalanya dalam memberikan pelayanan terbaik," kata Ridho.
Ridho menjelaskan rumah sakit merupakan benteng terakhir pelayanan kesehatan. "Semua urusan kesehatan harus selesai di Lampung, Sehingga tidak banyak lagi yang rujuk ke luar Lampung seperti Jakarta. Untuk itu, rumah sakit di kabupaten dan kota perlu meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, sehingga tidak terjadi overkapasitas di rumah sakit provinsi," kata Gubernur.
Rumah sakit bertipe C ini memiliki 104 kamar pasien, enam dokter umum, 34 perawat, 70 petugas kesehatan, dan masing-masing satu dokter spesialis anak, kandungan, anestesi, bedah, dan penyakit dalam. Kemudian, dilayani 19 bidan, dua apoteker, tiga tenaga kefarmasian, satu sanitarian, tiga nutrisionis, dan dua analis laboratorium.
Rumah sakit yang berdiri di tanah seluas 20 ribu hektare ini memiliki luas bangunan 9.915 m2. Dalam meningkatkan jalan menuju RSUD BNH, Pemprov menganggarkan Rp29 miliar. Fasilitas yang tersedia antara lain unit rawat jalan spesialis anak, bedah, penyakit dalam, kandung, dan gigi. Selain itu, terdapat unit rawat inap, gawat darurat, kebidanan, perinatologi, ICU, laboratorium, radiologi, gizi, laundry, farmasi, dan haemodialisis.
Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengatakan pembangunan RSUD BNH merupakan program unggulan Gubernur Ridho Ficardo dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Pasalnya, pada 2011 Provinsi Lampung memiliki 3.852 tempat tidur. Idealnya, jumlah tempat tidur yang harus dimiliki satu berbanding 1.500.
Jadi, jika jumlah penduduk Lampung 9 juta jiwa, idealnya memiliki lebih dari 5.251 tempat tidur. "Dengan dasar inilah Pemerintah Provinsi Lampung membangun rumah sakit. Targetnya, mempermudah akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan, meningkatkan mutu, dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit," kata Reihana.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengukuhkan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Lampung periode 2016-2019 dengan Ketua Torry Duet Irianto dan Sekretaris Reihana. Gubernur Ridho juga memberikan bantuan satu ambulans kepada RSUD BNH, obat pelayanan kesehatan, makanan pendamping ASI, dan alat cetak sarana sanitasi (FRP) untuk 15 dan kota, serta uang operasional duta HIV/AIDS.
Selain itu, MoU antara RSUD BNH dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJS) Kesehatan tentang persiapan pelaksanaan kerja sama rumah sakit dalam pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Kemudian, MoU antara PT Trans Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
 Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 07, 2017

Rabu, 06 September 2017

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Zona Merah Tegineneng


Salah satu tersangka pengedar narkoba yang berhasil diringkus. (Dok. Polres Pesawaran)

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Zona Merah Tegineneng


PESAWARAN (Lampost.co) -- Satuan reserse narkoba Polres Pesawaran meringkus tiga tersangka terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Zona merah, Desa Kejadian, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.
Ketiga tersangka yang diringkus, diantaranya Irfan Zainuri (27), warga Desa Kejadian, dengan barang yang disita tiga paket hemat (pahe) sabu, ratusan plastik clip dan alat hisap sabu (bong).
Kemudian tersangka Naibun Musahrat, (42) warga Desa Banjar Negeri, Natar, Lampung Selatan, barang bukti yang disita, satu pahe sabu, alat hisap sabu (bong) dan 1 (satu) unit Mobil Ford Ranger, dan Andi Wijaya (29) warga Desa Kejadian, dengan barang disita tiga paket sedang sabu dan uang tunai Rp2,2 juta.
Paur Humas Polres Pesawaran, Ipda Santy mewakili, Kasat narkoba Polres Pesawaran, AKP Fatkhurrahman mengatakan ketiga tersangka ditangkap petugas gabungan dari Polres Pesawaran, Rabu (6/9/2017) sekitar pukul 10.00.
"Petugas mendapat informasi dari masyarakat, kemudian tim gabungan melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus ketiga tersangka di lokasi berbeda," kata Santy kepada Lampost.co, Kamis (7/9/2017).
Dia menjelaskan, saat ini tiga tersangka dan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dan alat isap serta satu unit kendaraan roda empat diamankan di Mapolres Pesawaran untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan dilapangan.
"Terhadap barang bukti diamankan di Mapolres, kemudian ketiga tersangka, sedang dilakukan pemeriksaan dan di minta keterangan untuk mengungkap jaringan bandar, lainnya. Terhadap ketigas pelaku, dikenakan UU No 35 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara," ujarnya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 06, 2017

Bisnis Politik Hoaks


Ilutrasi hoax/fake news. gimg.kumpar.com

Bisnis Politik Hoaks


TERBONGKARNYA sindikat Saracen, yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial menegaskan industri hoaks itu nyata, bukan isapan jempol, terorganisasi, dan bukan kebetulan.
Pada Rabu (23/8) lalu, Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan penangkapan tiga pimpinan sindikat Saracen. Dari hasil penyelidikan forensik digital, terungkap sindikat ini menggunakan grup Facebook untuk menggalang lebih dari 800 ribu akun. Selanjutnya, para tersangka mengunggah konten provokatif bernuansa SARA dengan mengikuti perkembangan tren di media sosial.
Tiga tersangka yang ditangkap yakni MFT (43), yang berperan membidangi media dan informasi situs Saracennews.com, SRN (32), yang berperan sebagai koordinator grup wilayah, dan JAS (32), yang berperan sebagai ketua.
MFT dan SRN disangkakan Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor: 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau Pasal 45 Ayat (3) joPasal 27 Ayat (3) UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. Sedangkan JAS dipersangkakan tindak pidana akses ilegal Pasal 46 Ayat (2) jo Pasal 30 Ayat (2) dan atau Pasal 46 Ayat (1) jo Pasal 30 Ayat (1) UU Nomor: 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 7 tahun penjara.

Musim Politik
Menjamurnya berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, dan lainnya menjadi jalan bagi munculnya bisnis yang saling menguntungkan di antara pihak yang berkepentingan. Apalagi orang banyak yang tidak mencermati kebenaran berita. Mereka menelan mentah-mentah lalu dengan cepat menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial.
Mereka tidak peduli dampak dari apa yang mereka sebarkan. Bahkan, seperti tanpa beban mereka dengan mudah menyebarkan. Mereka tidak sadar bahwa hoaks yang mereka sebarkan sesungguhnya adalah hasil dari suatu "bisnis hitam" dan merupakan bagian dari kepentingan politik tertentu.
Eric Schmidt, dalam The New Digital Age (2013), mencatat media digital menyediakan peluang sama bagi semua orang untuk seluas-luasnya berbuat kebaikan atau kejahatan. Potensi perbuatan baik sebanding dengan perbuatan jahat. Pada musim-musim politik, seperti pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, atau momentum lainnya, hoaks muncul begitu massif.
Isinya menyerang dan mendiskreditkan lawan-lawan politik untuk menjatuhkan citra dan kewibawaan seseorang tokoh. Karena hoaks, seorang kandidat yang sebenarnya punya integritas tinggi dan rekam jejak bagus tiba-tiba menjadi buram dan buruk di mata publik.
Pun sebaliknya, karena hoaks, calon yang sesungguhnya berintegritas buruk dan punya rekam jejak yang gelap dan hitam tiba-tiba, seperti menjadi pahlawan nan bersih, kinclong, cemerlang, dan nyaris tanpa cela.
Di Makedonia, seorang pemuda berusia 16 tahun dikabarkan meraup untung hingga miliaran rupiah hanya dengan membuat situs hoaks, seperti dikutip dari Daily Mail(28/11/2016), pemuda itu sebut saja namanya Victor adalah editor sebuah situs berita hoaks. Ia membuat berita palsu yang menguntungkan Donald Trump karena menurutnya banyak yang mencari berita pro-Trump. Baginya, banyak orang kehausan mencari artikel-artikel dan berita baik soal Donald Trump.
Victor berasal dari Kota Veles, Makedonia. Penelusuran dari media asal Inggris menyebutkan jika ada ratusan orang di kota itu yang mencari nafkah dengan membuat banyak website berisi berita palsu, terutama kaum muda. Bisnis berita hoaks ini ternyata sangat menguntungkan, mungkin dari iklan dan sebagainya. Sebuah sumber menyatakan ada yang sudah menghasilkan 200 ribu dolar AS atau lebih dari Rp2 miliar hanya dengan menulis berita-berita hoaks yang bertebaran di media sosial.
Victor menyatakan sebenarnya ia tidak terlalu peduli dengan Trump, kecuali berita tentang dia meskipun berita itu palsu, asal bisa menghasilkan keuntungan besar. Penelusuran dari Buzzfeed mengungkap sedikitnya ada 140 website yang memuat berita palsu soal politik AS dibuat di Veles. Nama situs semacam itu berbau AS, misalnya TrumpVision atau DonaldTrumpNews. Kebanyakan kontennya membela Trump sehingga disukai para suporternya dan banyak menyebar ke medsos meski kebenarannya sangat diragukan.
Kehadiran UU ITE untuk meredam hoaks dan ujaran kebencian di media sosial menjadi harapan besar. Pelaku penyebar hoaks bisa terancam Pasal 28 Ayat (1) UU ITE. Di dalam pasal itu disebutkan setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.
Komunitas Antihoaks
Selain dengan UU ITE, pemerintah juga mesti mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk tidak menerima mentah-mentah berita yang mereka terima di media sosial. Masyarakat juga perlu diberi pemahaman tentang bahaya hoaks sehingga mereka tidak ikut-ikutan menyebarkan.
Kaum muda yang merupakan pengguna terbesar media sosial, yang masih peduli akan “kebenaran” di dunia maya, juga perlu ikut berpartisipasi membendung hoaks dengan menjelaskan hal yang sebenarnya. Saat ini sudah banyak komunitas beranggotakan kaum muda yang membuat situs-situs antihoaks. Ini tentu sesuatu yang sangat positif.
Hoaks mungkin dapat memberikan keuntungan secara bisnis dan politik. Tetapi ia sesungguhnya virus dan penyakit yang dapat mencemari pikiran dan kemudian mendangkalkan dan pada akhirnya akan merusak dan menghancurkan. Karena itu, hoaks mesti dibendung mengingat bahayanya yang begitu besar.
Betapa ruginya jika bangsa ini rusak dan hancur secara mental maupun pemikiran juga hubungan sosial di antara sesama warga gara-gara berita hoaks. Entah itu hubungan di dunia maya atau di dunia nyata. Kebohongan adalah senjata penghancur massal yang amat berbahaya dan kita jangan sampai menjadi bagian dari senjata penghancur itu. 
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 06, 2017

Senin, 04 September 2017

Masuki Tahun Politik, Jokowi Ingatkan Menteri Jangan Terpancing


Presiden Jokowi--Antara/Cahyo

Masuki Tahun Politik, Jokowi Ingatkan Menteri Jangan Terpancing


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa September 2018 sudah memasuki tahun politik. Saat itu dipastikan akan membuat suasana politik menjadi panas.
"Kalau sudah masuk tahun politik, pasti ramai-ramainya lebih kencang, sahut-menyahutnya pasti lebih kencang," tutur Jokowi pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jokowi (Projo) Tahun 2017 di Sport Mall, Britama Square, Kelapa Gading, Jakarta, Senin 4 September 2017.
Jokowi pun telah meminta jajaran menterinya untuk tetap fokus mengerjakan tugas di Kabinet Kerja. Pasalnya, pemerintahannya bekerja untuk rakyat dan warga Indonesia.

Ia pun akan memilih tetap fokus bekerja. "Jangan belum-belum sudah mau kampanye. Enggak usah kampanye. Yang kampanye itu bagiannya Projo. Bener enggak? Saya tak urusi kerja saja. Karena masih banyak hal yang belum kita selesaikan, terutama fokus kita kepada pembangunan infrastruktur," jelas Jokowi.

Di kesempatan tersebut, Presiden mengutarakan rasa senangnya bisa bertemu kembali dengan seluruh ketua, jajaran pengurus, dan relawan Projo dari Sabang sampai Merauke.Projo dinilainya sebagai pendukung yang militan dan loyal.

"Biasanya kalau saya pas ke daerah, yang militan itu biasanya yang kelihatan dan yang di daerah yang kelihatan Projo. Militan itu penting. Bukan jumlahnya, tapi militansinya itu penting. Jadi kalau ada apa-apa, yang militan enggak lari. Tapi yang militan, kalau ada apa-apa, justru mendekat, berani berhadapan dengan siapa pun," tegas Jokowi.

Jokowi meminta Projo untuk mengomunikasi kembali apa yang telah pemerintah lakukan selama ini kepada warga lain. Ia pun menjabarkan beberapa hal yang telah tergarap, terutama dalam pembangunan infrastruktur.
Misalnya, pembangunan jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan, pos lintas batas negara, dan bandara.

Jangan terpancing

Presiden Jokowi yang dalam acara itu didampingi Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengingatkan persatuan dan persaudaraan harus dijaga.

Jika masih ada warga yang anti-Pancasila dan anti-NKRI, atau terhasut oleh ujaran kebencian di media sosial, mereka harus diluruskan

"Jangan sampai antarbangsa sendiri berantem gara-gara adu domba di medsos, jangan sampai terpancing. Sampaikan optimisme di medsos," kata Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menekankan bahwa Projo akan memastikan kepemim-pinan Jokowi akan berlanjut hingga 2024.

Dukungan itu karena kepuasan Projo terhadap pemerintahan Jokowi yang telah melakukan banyak perubahan.

"Pemerintahan dan kepemimpinan Pak Jokowi harus kita pastikan hingga 2024. Keberhasilan ini bisa berguna sebagai fondasi bagi gerak dan lompatan bangsa ini ke depan," tegasnya.

Dalam kaitan pelaksanaan Rakernas III Projo, Budi mengatakan rapat itu digelar untuk konsolidasi dan menyatukan langkah organisasi.

Projo bukan lagi kerumunan orang, melainkan organisasi terstruktur dan masif setelah tiga tahun berdiri. "Projo adalah rumah besar pendukung militan Jokowi," ujarnya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 04, 2017

Menelisik Dapur Penyebar Hoaks


Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Menelisik Dapur Penyebar Hoaks


Jakarta (Lampost.co) -- Sepuluh lembar kertas konsep berita diletakkan berjajar di meja kayu persegi. Empat orang yang duduk berpencar mengelilingi meja hanya melirik lembaran kertas A4 itu.
Keempat kertas itu berisi konten berita yang sudah diramu menjadi ujaran kebencian terkait Pilkada DKI Jakarta. Dan berita itu sudah disesuaikan dengan karakteristik media sosial.
"Ini harus menjadi trending topic. Semua pasukan segera sebarkan," tegas pemimpin rapat, seperti dituturkan Randi (bukan nama sebenarnya), 37, kemarin.

Rapat digelar di ruangan seluas 4x6 meter persegi di sebuah rumah mewah di kawasan Jakarta Selatan. Si pemimpin rapat lantas meminta konsep yang ada di kertas ditampilkan ke papan tulis putih menggunakan infocus.

Randi ialah mantan koordinator konten sebuah media yang khusus membuat ujaran kebencian. Dia bertugas menyiapkan konten yang menyerang balik dengan unsur SARA dan kasus hukum.

"Yang penting itu hastag dan caption-nya. Itulah yang memancing pembaca untuk menyebarkannya. Untuk isinya bisa dipelintir dari mana saja," ungkapnya.

Randi memiliki sebelas buzzer yang bertugas menyebar konten yang dia buat. Satu buzzer harus memiliki banyak media sosial termasuk grup WhatsApp.

Tidak hanya itu, buzzer harus aktif membuat akun baru setelah beberapa akun diblokir pihak media sosialnya. Selain konten, Randi memiliki tim untuk membuat ujaran dalam bentuk gambar atau meme.

"Semua buzzer harus menyebar link berita itu ke semua media sosial. Mereka harus nge-lead isu di grup."

Randi menuturkan wartawan berkoordinasi dengan redaktur atau asisten redaktur, tapi buzzer justru berkoordinasi langsung dengan pimpinan kedua setelah pendiri.

"Pendirinya ini yang menjadi bos besar karena dia yang mendapatkan uang dari pemesan berita," imbuhnya.

Menurut Randi, pemesan ujaran kebencian banyak berasal dari anggota partai politik dan anggota dewan. Dengan uang sekitar Rp300 juta, sebuah akun media daring yang memuat berita-berita ujaran kebencian bisa dibuat.

"Imbalan kami ya berupa gaji per bulan," tuturnya. Randi mengaku menerima sekitar Rp6 juta per bulan.

Mayoritas yang menjadi pimpinan atau koordinator merupakan wartawan senior. "Bahkan beberapa dari mereka wartawan aktif dan sudah punya jaringan kuat."
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 04, 2017

Hanan Serahkan 147 SK Kenaikan Pangkat


Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) bagi 147 Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 1 Oktober 2017 di lingkup pemerintahan setempat, Senin (4/9/2017). (Foto:Lampost/Ferdi Irwanda)

Hanan Serahkan 147 SK Kenaikan Pangkat


MENGGALA (lampost.co) -- Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi 147 Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode 1 Oktober 2017 di lingkungan pemerintahan setempat.

Penyerahan SK kenaikan pangkat tersebut diberikan kepada 117 PNS golongan III dan 30 PNS golongan II, yang dilakukan usai pelaksanaan upacara mingguan di halaman pemkab setempat, Senin (4/9/2017).

Hanan mengingatkan agar kenaikan pangkat menjadi motivasi para aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas. "Jadikan ini pemicu semangat kerja dalam memberikan pengabdian," ujar Hanan.

Ia juga berharap para aparatur dapat selalu menjaga citranya di tengah-tengah masyarakat. "Tantangan tugas aparatur tidaklah mudah, karena selalu menjadi sorotan. Tunjukanlah jika saudara mampu bekerja dengan baik, disiplin, profesional, dan berkualitas serta dapat menjadi tauladan," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - September 04, 2017

Kamis, 31 Agustus 2017

Besok, Bupati Zainudin Salat Iduladha di Lapangan Raden Intan


Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (kiri). (Dok. Lampost.co)

Besok, Bupati Zainudin Salat Iduladha di Lapangan Raden Intan


KALIANDA (Lampost.co) -- Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan rencananya akan melaksanakan salat Iduladha di Lapangan Raden Intan, Kalianda.
Hal ini diungkapkan Staf Ahli  Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Lampung Selatan Erlan Murdiantono, Kamis (31/8/2017), ketika ditemui Lampost.co di ruang kerjanya.
Menurut dia, Besok, Jumat (1/9) salat Iduladha di Lapangan Raden Intan, Kalianda akan di Imami oleh Khairul Ulun dan Khotib Firmansyah yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri (UIN).
"Insya Allah, seluruh pejabat di Lingkup Pemkab Lampung Selatan akan melaksanakan solat Id di Lapangan Raden Intan, Kalianda. Bahkan, masyarakat Lamsel terutama warga terdekat ikut bergabung melaksanakan solat Id," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 31, 2017

Rabu, 30 Agustus 2017

Polres Lamtim Kerahkan 484 Personil Pengamanan Idul Adha

Kapolres Lampung Timur AKBP Yudhy Chandra Erlianto memimpin apel gelar pasukan pengamanan Idul Adha, di Mapolres Lamtim, Kamis (31/8/2017). (Foto:Lampost/Agus Susanto)

Polres Lamtim Kerahkan 484 Personil Pengamanan Idul Adha



SUKADANA (lampost.co) -- Sebanyak 484 anggota Polres Lampung Timur, siap memgamankan berbagai momen kegiatan Hari Raya Idul Adha 1438 H. Anggota disiagakan saat apel di Mapolres Lamtim, Kamis (31/8/2017).

Kapolres Lampung Timur AKBP Yudhy Chandra Erlianto melalui Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Kompol Ujang Suprianto mengatakan, 484 personil akan dibagi ke sejumlah wilayah untuk pengamanan Pos Pantau 120 personil, pengamanan malam takbiran 185 personil, salat Idul Adha 104 personil, dan pengamanan wisata 75 personil.

Terkait pos pantau di Lampung Timur menempatkan 21 pos yang terbagi di Kecamatan Pasirsakti 3 pos, Labuhan Maringgai 2 pos, Mataram Baru 2 pos, Bandarsribhawono 1 pos, Wayjepara 2 pos, Labuhanratu 2 pos, Sukadana 3 pos, Purbolinggo 1 pos, Waybungur 1 pos, Batanghari 2 pos, Pekalongan 1 pos, dan Sekampungudik 2 pos. "Pos-pos tersebut difungsikan guna mengantisipasi kemacetan, keamanan dan sebagainya saat warga melaksanakan hari Raya Idul Adha," ujar Kompol Ujang Suprianto.
Sumber Lampost.co

Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Iduladha Membangun Solidaritas


Iyar Jarkasih, wartawan Lampung Post

Iduladha Membangun Solidaritas


PAMAN yang datang dari Negerikaton, Pesawaran, sejak Minggu (27/8/2017), atau sudah tiga hari lalu menginap di rumah saya di Bandar Lampung. Rencananya beliau dan keluarga akan menetap selama satu bulan lantaran sedang ada pekerjaan di Kota Tapis Berseri.
Tiba-tiba, Rabu (30/8) pagi, paman saya mendapat telepon dari kerabatnya di kampung halaman. Dia diminta pulang karena ditunjuk menjadi panitia kurban Hari Raya Iduladha. "Tolong besok (kamis) antar paman pulang ya. Tadi ditelepon diminta jadi panitia kurban di kampung," ujar paman.
"Iya paman. Terus kerjaan Paman bagaimana?" tanya saya.
"Ditinggal dulu saja. Nanti Sabtu ke sini lagi. Enggak enak kalau tidak datang karena mereka di sana nanti pasti sibuk untuk potong dan bagikan hewan kurban," ujarnya.
Luar biasa! Makna Iduladha bukan hanya mengajarkan kita untuk saling berbagi dengan mengikis rasa rakus terhadap harta duniawi. Namun, manfaat Hari Raya besar umat Islam itu pun mampu membangun kebersamaan dan solidaritas yang sangat erat.
Pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan saat Iduladha, memang sejatinya tidak bisa hanya dilakukan satu orang. Diperlukan kebersamaan mulai dari penyembelihan hingga pembagian hewan kurban.
Semangat solidaritas seperti inilah yang sangat penting untuk selalu dirawat seluruh elemen bangsa ini. Kebersamaan yang terjalin lewat hubungan harmonis pastinya akan berdampak positif dalam menciptakan iklim kehidupan yang kondusif.
Individualisme, sikap masa bodoh, hingga kurangnya rasa empati terhadap sesama, harus diakui saat ini masih kerap kita temui. Satu sama lain di antara kita sering mempertontonkan sikap saling menghujat. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menjurus SARA.
Tidak usah jauh-jauh, lihatlah di sekeliling kita. Saya yakin, masih ada orang-orang yang merasa dirinya paling hebat dan selalu ingin dihormati. Namun, dalam perilakunya sendiri orang tersebut mungkin saja justru buta dalam menghargai orang lain.
Sebab itu, datangnya Hari Raya Iduladha diharapkan dapat menjadi momen buat kita semua untuk melakukan introspeksi diri dengan terus merawat solidaritas, silaturahmi, dan empati. Tidak ada gunanya menyombongkan diri, bersikap tamak, atau paling berkuasa. Karena pada akhirnya, sebagai makhluk sosial, kita pasti akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Selamat Hari Raya Iduladha. ***
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Cuaca di Lampung Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini


Ilustrasi. (quotemaster.org)

Cuaca di Lampung Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, secara umum sebagian besar wilayah Lampung cerah berawan hingga berawan.
Malam diprakirakan berawan, dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan, Pesisir Barat dan Tanggamus.
"Dini hari diprakirakan Berawan dan Berpotensi hujan ringan di Lampung Barat, Tanggamus dan Pesisir Barat,"kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi kepada Lampost.co, Kamis (31/8/2017).
Lanjutnya, angin secara umum bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan antara 05 - 15 knot (09 - 27 km/jam) dengan jarak Pandang berkisar antara 4 - 10 km.
Suhu Udara secara umum berkisar antara 23.0 0C - 32.0 0C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 17.0 0C - 29.0 0C.
Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 58% - 95%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 75% - 98%.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Petani di Kalianda Keluhkan Hasil produksi Cabai Anjlok

Petani cabai saat memanen cabai di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lamsel, Rabu (30/8). (Lampost.co/Armansyah)


Petani di Kalianda Keluhkan Hasil produksi Cabai Anjlok


KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah petani yang memiliki lahan di Jalinsum Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengeluhkan hasil produksi tanaman cabai rawit turun drastis. Pasalnya, tanaman cabai rawit mereka itu terserang penyakit atau hama.
Seperti yang diungkapkan, Hasanuddin (40) salah satu petani di Desa Kedaton. Dia mengatakan saat ini tanaman cabai miliknya memasuki musim panen. Namun, produksi Tanaman cabai rawit yang ditanami di lahan seluas 300 meter persegi itu mengalami penurunan drastis.
"Hasil panen kali ini kurang memuaskan. Produksi cabai kriting kali ini turun drastis. Biasanya sekali panen saya mendapatkan hasil 2 kwintal atau lebih, sekarang hanya 1 kwintal," katanya seraya memetik cabai di lahan miliknya, Rabu (30/8/2017).
Turunnya hasil produksi itu, kata Hasanudin, tanaman cabai miliknya itu dikarenakan terserang penyakit kriting dan jamur. Sedangkan, petani telah melakukan upaya dengan penyemprotan namun sia sia.
"Penyakit kriting dan jamur inu sulit di atasi. Beberapa jenis obat dan cara sudah saya coba, tapi penyakit seperti itu tidak hilang juga. Saya khawatir kalau penyakit keriting dan jamur tidak ada cara untuk menghilangkannya, hasil panen kita untuk kedepannya akan semakin rugi," ujarnya.
Hal yang sama dikatakan,Supardi (46) petani lainnya. Ia mengatakan penyakit seperti ini memang sejak dulu sudah ada, seperti penyakit kuning, buah rontok. Dimana, pada saat tanaman cabai masih berusia muda berpengaruh batang menjadi kriting dan hasilnya pun berkurang.
"Menanam cabai perawatannya memang harus lebih telaten, baik segi pemupukan, pengolahan tanah maupun cara menanamnya, karena menurut supardi, menanam cabai beda dengan tanaman lainnya, sebab cabai termasuk tanaman yang gampang terkena penyakit," katanya.
Ia bersama petani petani lainnya ini berharap kepada dinas terkait agar bisa memberikan solusi untuk cara menanggulangi penyakit kriting dan jamur. "Penyakit inisering di keluhkan oleh para petani, agar para petani cabai bisa menghasilkan panen yang melimpah," katanya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Operasi Antik II Krakatau, Polres Pesawaran Ungkap 15 Tersangka

Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan (Lima dari kanan) di dampingi Wakapolres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno, saat ekpos Ops simpati, Kamis (30/8). (Ahmad Amri)


Operasi Antik II Krakatau, Polres Pesawaran Ungkap 15 Tersangka


PESAWARAN (Lampost.co) -- Selama Operasi Antik II Krakatau 2017 yang digelar sejak 20-29 Agustus 2017, jajaran Polres Pesawaran berhasil mengungkap 15 orang terduga pengedar dan pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran.
Hal itu diungkapkan Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan dalam ekpos penutupan operasi antik Krakatau 2017 di Mapolres Pesawaran, Rabu (30/8/2017).
"Sejak berdirinya Polres Pesawaran, ini merupakan operasi antik krakatau ke dua di Polres Pesawaran, dari operasi ke dua ini, petugas berhasil mengungkap 15 tersangka terduga pengedar dan pengguna narkoba dengan LP 13, barang bukti 21 gram sabu, 15 butir ekstasi dan 3,5 gram ganja," kata Syarhan.
Dia menjelaskan, dari penangkapan 15 orang terduga pengedar dan pengguna narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran, diungkap oleh jajaran Polsek wilayah hukum Polres Pesawaran.
"Dari 15 orang tersangka yang berhasil diungkap itu, ada salah satu Bandar atau pengedar, dengan inisial  JIN, sedang di lakukan pengembangan dilapangan oleh petugas untuk mengungkap, jaringan yang lebih besar lagi," jelasnya.
Sementara itu, Kasat narkoba Polres Pesawaran, AKP Fatkhurrahman mengatakan, untuk mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah hukum Polres Pesawaran harus didukung semua pihak, termasuk pemerintah daerah.
"Kasus penyalahgunaan narkoba merupakan musuh bersama, dan pemberantasanya harus didukung oleh semua pihak, mulai dari alim ulama, tokoh adat, tokok pemuda serta pemerintah daerah, karena narkoba bukan hanya tugas polri saja untuk memberantasnya  tetapi semua lapisan masyarakat," ujarnya.
Ekpos operasi antik tersebut, selain Kapolres Pesawaran dan Kasat narkoba, terlihat juga Wakapolres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno, Paur Humas Pesawa ran, IPDA Susanty.
Selain, tersangka yang dipajang dalam ekpos operasi antik krakatau 2017 itu, juga ada barang bukti, berupa tujuh unit sepeda motor dan alat komunikasi handphone sebagai sarana dan alat berkomunikasi yang digunakan  pelaku untuk transaksi maupun transportasi.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Kini Anda Bisa Unggah Foto Lebih Bebas ke Instagram

Kini Anda bisa unggah foto lanskap atau portrait di album Instagram.


Kini Anda Bisa Unggah Foto Lebih Bebas ke Instagram


Lampost.co -- Instagram kini memungkinkan Anda untuk mengunggah foto portrait atau lanskap ke album. Sejak fitur album diperkenalkan pada bulan Februari lalu, Anda hanya bisa mengunggah foto dengan format kotak, seperti format foto Instagram dulu.  
Sekarang, Anda bisa mengunggah foto dengan format pilihan Anda. Jadi, Anda tidak perlu lagi harus memotong gambar menjadi kotak. Menurut The Verge, satu kelemahan dari fitur ini adalah karena Anda hanya bisa menggunakan satu format foto pada satu album. Jadi, Anda tidak bisa membuat album dengan foto lanskap dan kotak atau portrait. 
Alasannya, Instagram menyebutkan, adalah untuk memastikan pengalaman pengguna tetap mulus dan konsisten, seperti yang disebutkan oleh Mashable. Instagram juga terus berusaha untuk memperbaiki fitur album mereka. Kini, Anda juga bisa mengedit tag yang ada dalam album setelah Anda mengunggahnya.
Versi iOS dari Instagram kini sudah memungkinkan pengguna untuk menyimpan album sebagai draf. Namun, fitur ini belum tersedia untuk pengguna Android. Instagram menyebutkan bahwa fitur ini akan tersedia di Android "dalam waktu dekat."

Fitur ini memang telah Instagram luncurkan hari ini. Meskipun begitu, tampaknya tidak semua pengguna akan langsung bisa menggunakannya. Karena itu, jangan panik jika Anda belum mendapatkannya. Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Ratusan Orang Tewas akibat Sapuan Banjir Terburuk di Asia Selatan

Ilustrasi MTVN


Ratusan Orang Tewas akibat Sapuan Banjir Terburuk di Asia Selatan


Mumbai (Lampost.co) -- Ratusan orang diyakini tewas dalam banjir besar yang menyapu kawasan Asia Selatan, dari pusat bisnis Mumbai hingga ke Nepal di Himalaya.
Di Mumbai, pada Selasa 29 Agustus 2017, layanan kereta api terhenti tatkala mobil-mobil dan para pejalan kaki terjebak banjir sedalam pinggang. Di saat yang sama, banjir memaksa evakuasi parsial di rumah sakit umum terbesar kota itu.
Banjir terburuk di Mumbai sejak tahun 2005 merupakan fase terakhir dari bencana alam yang meningkat dalam dua pekan terakhir. Hujan muson yang luar biasa dahsyat melanda di sebagian besar Asia Selatan.
Lebih dari 850 orang tewas dihantam banjir di India saja, Reutersmelaporkan, mengutip Rajan Kumar, pejabat pemerintah pusat yang mengawasi penyelamatan dan bantuan. Dari jumlah tersebut, hampir 400 orang diyakini meninggal di negara bagian Bihar, salah satu wilayah termiskin di India.
Perekonomian agraris Bihar sudah mendapat pukulan keras dari air bah yang menyapu tanaman pangan, dan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
"Orang tidak punya banyak waktu untuk mengungsi," kata Hanna Butler di Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRCRC), yang telah mempelajari kerusakan di Bihar. 
"Rumah-rumah yang lebih tradisional telah musnah, dan rumah-rumah beton juga sudah hancur fondasinya," tambahnya, seperti dilansir Financial Times, Rabu 30 Agustus 2017.
Penyebaran krisis ke Mumbai -- yang dihuni lebih dari 12 juta orang dan banyak bisnis terkemuka di India -- menyusul peringatan tentang kegagalan pemerintah kota untuk berinvestasi dalam infrastruktur air.
Sebagai kota yang dibangun di atas lahan reklamasi, tidak ada zona penyangga yang cukup ketika naiknya muka air sungai, menurut Godfrey Pimenta, pengacara dan aktivis lingkungan. Masalahnya telah diperburuk oleh polusi yang menyumbat saluran air kota, meningkatkan risiko banjir.
Di sela banjir baru-baru ini di Texas yang menarik perhatian dunia, kelompok-kelompok bantuan telah mengajukan permintaan ke calon donor di negara-negara kaya agar tidak mengabaikan krisis di Asia Selatan.
Di Nepal, diperkirakan kematian akibat banjir melebihi 350, menurut PBB. Di Bangladesh, IFRCRC memperkirakan bahwa lebih dari 140 orang telah tewas, dengan hampir 700.000 rumah rusak atau hancur.
Selain kekurangan infrastruktur air, banjir baru-baru ini mencerminkan curah hujan dari volume yang tidak biasa bahkan menurut standar monsun Asia Selatan. Menambah kekhawatiran bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi munculnya cuaca ekstrem di wilayah ini.
Pada Kamis pagi pekan lalu, situs web pemerintah kota Mumbai menunjukkan bahwa distrik Santa Cruz di utara kota telah diguyur curah hujan 285 mm dalam 24 jam sebelumnya -- lebih dari setengah curah hujan rata-rata untuk keseluruhan Agustus, menurut data historis periode antara 1951 sampai 2000.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Syukuran atas Penangkapan Wali Kota Tegal, Warga dan PNS Gelar Cukur Botak

Salah satu ASN Pemkot Tegal dicukur gundul pasca penangkapan Walikota Siti Masitha Soeparno, di Balikota Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi


Syukuran atas Penangkapan Wali Kota Tegal, Warga dan PNS Gelar Cukur Botak


Tegal (Lampost.co) -- Belasan warga Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan aksi cukur gundul, Rabu, 30 Agustus 2017, di Balaikota Pemkot Tegal. Mereka senang lantaran Wali Kota Siti Masitha Soeparno ditangkap dalam operasi senyap oleh KPK semalam.
Tidak hanya warga, aksi tersebut juga dilakukan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Rata-rata mereka sakit hati dimutasi dan dibebastugaskan oleh politikus Golkar itu.
"Ini bentuk rasa syukur Walikota Tegal (Siti Masitha Soeparno) yang arogan ini terjaring KPK. Makanya kami cukur botak, " kata Khaerul Huda, seorang PNS yang ikut dalam aksi itu, Rabu 30 Agustus 2017.

Khaerul mengatakan, kegiatan ini dilakukan oleh warga yang merupakan aktivis sosial Kota Tegal. Aksi ini juga sebagai simbol hilangnya malapetaka atas kesewenang-wenangan Masitha.

"Saya ikut digundul sebagai partisipasi karena pernah dimutasi oleh Wali Kota tanpa sebab. Gara-gara pimpinan saya dibebastugaskan," kata Baharudin staf Kelurahan yang dimutasi dari kantor Disdukcapil.

Aksi mereka juga menjadi tontonan para ASN yang sedang bekerja di lingkungan Pemkot Tegal.

Sebanyak 13 PNS yang kebanyakan Eselon II dibebastugaskan Masitha beberapa waktu lalu. Posisi mereka pun diisi pelaksana tugas.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas di Tugu Adipura

Aksi solidaritas jurnalis di tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (30/8/2017). (Effran)


Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas di Tugu Adipura


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Puluhan jurnalis cetak, televisi, dan daring (online) Bandar Lampung menggelar aksi solidaritas di Tugu Adipura, Rabu (30/8/2017). Aksi itu untuk menyampaikan aspirasi dan rasa kekecewaan terhadap tindakan yang dilakukan Kapolres Way Kanan, Ajun Komisaris Besar Budi Asrul Kurniawan terhadap rekan wartawan yang tengah melakukan peliputan.
Untuk itu, puluhan massa yang berorasi menuntut agar kepolisian daerah (Polda) Lampung dapat segera mencopot jabatan Budi Asrul yang telah melakukan penghinaan terhadap profesi jurnalis.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Alian Setiadi menjelaskan tindakan yang dilakukan Kapolres merupakan suatu pelanggaran, karena telah melakukan pelarangan dalam pekerjaan wartawan yang dilindungi undang-undang. Dengan demikian, oknum polisi tersebut patut untuk dilakukan pemeriksaan hingga pencopotan jabatan.
"Tidak seorang pun bisa melarang dan mengancam. Sikap Kapolres itu bukan seperti penegak hukum, tetapi lebih mirip preman. Kami meminta agar oknum itu diadili dan diperiksa, karena sudah melanggar UU Pers. Kami mengecam keras tindakan itu dan kami dari LBH akan mendukung dan siap mengawalnya pelanggaran etik dan pidana itu," urainya dalam orasi.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan turut menyuarakan aspirasi rekan-rekannya. Menurutnya, tindakannya dan pernyataan kapolres merupakan bentuk kekerasan terhadap wartawan dan hal tersebut melanggar UU Pers.
"Kapolres boleh minta maaf, tetapi pelanggaran itu tidak hanya bisa minta maaf saja tetapi proses hukumnya harus tetap berlanjut. Selama ini telah banyak jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Untuk itu harus ada tindakan serius dari polda. Kami semua ingin kasus kekerasan ini berhenti dan tidak ada lagi korban kekerasan kedepannya," ungkapnya.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Ikhsan mengungkapkan arogansi Kapolres harus ditegakkan secara hukum. "Itu adalah penyakit dan akan menular ke yang lainnya. Akubatnya, akan ada lagi korban kekerasan jurnalis. Maka dari itu kami minta Kapolres Way Kanan harus ditindak tegas," tuturnya.
Koordinator Aksi, Ruslan As mengatakan agar seluruh rekan jurnalis dapat merapatkan barisan untuk melawan kekerasan tersebut dan mengawal kasus yang menimpa dua rekan wartawan. "Kita harus tetap mengawal kasus ini dan merapatkan barisan," ujarnya.
Sementara, ketua IJTI, Aris mengatakan tindakan pelanggaran yang dilakukan Kapolres Way Kanan tidak dapat ditoleransi. Terlebih, saat ini oknum tersebut justru melaporkan balik dua wartawan yang melakukan peliputan itu. "Dia memang sudah meminta maaf, tetapi saya rasa itu maaf tidak ikhlas. Sebab, dia juga justru melaporkan teman kita ke Polda. Itu menunjukkan perlawanannya," ujarnya.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017

Rakanila Gali Ilmu di Radio SAI

Kru Radio Kampus Universitas Lampung (Rakanila) menyimak penjelasan dari Music Director (MD) Radio SAI 100 FM Fandy Admaja saat studi banding ke Radio SAI, Rabu (30/8/2017). (Foto:Lampost/Rinda Mulyani)


Rakanila Gali Ilmu di Radio SAI


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Belasan kru Radio Kampus Universitas Lampung (Rakanila) mengunjungi Radio SAI 100 FM di kantor Harian Umum Lampung Post, Rajabasa, Bandar Lampung, Rabu (30/8/2017). Kunjungan ini dalam rangka pembelajaran tentang dunia penyiaran komersil.

Koordinator Penyiar Rakanila, Bagas Juliansyah mengatakan, UKM Rakanila ini sudah berdiri sejak 17 Januari 2000. Saat ini, Rakanila terus mengembangkan program-program siaran yang menyasar pendengar usia pelajar dan mahasiswa.
"Untuk musiknya lebih ke pop, tapi juga ada program musik daerah. Kalau program berita tidak banyak, ada program berita Sarapan Rakanila pagi pukul 8.00—10.00 berisi berita nasional dan seputar Lampung. Lalu, Rakanila News pada Sabtu, serta Menyapa Unila yang berisi berita-berita seputar kampus Unila,” ujar Bagas.

Menurutnya, kunjungan ke Radio ini merupakan program rutin, dalam waktu dekat kru Rakanila juga akan berkunjung ke RRI dan TVRI. "Ini untuk menambah ilmu dan pengetahuan kami tentang dunia penyiaran, seperti pilihan musiknya, menjalin kerjasama dengan label, lalu bagaimana menyusun program-program siaran yang disukai oleh pendengar," katanya.

Usai mendapatkan materi singkat tentang Lampung Post Media Centre yang disampaikan Manajer Marketing dan Komunikasi Lampung Post, Armalia, kru Rakanila berkunjung ke studio Radio SAI. Di studio, mereka disambut oleh Music Director Radio SAI Fandi Atmaja, News Director Arin Zahra, dan Admin Sosmed SAI Windi Shahab.

Fandi memaparkan tentang pemilihan musik sesuai pendengar Radio SAI yang akrab disapa Sobat SAI. Menurut Fandi, Radio SAI memutar lagu-lagu mulai tahun 1980-an hingga lagu-lagu baru 2017. "Radio SAI memutar lagu-lagu favorit dan lagu baru sehingga kami termasuk hits maker, bukan hits player yang hanya memutar lagu-lagu hit,” tuturnya. Sedangkan, Arin menjelaskan proses peliputan berita radio hingga editing untuk program News Flash dan SAI News. Windi menantang para kru Rakanila untuk membuat video selama 1 menit di studio SAI untuk diunggah ke Instagram sairadio100fm.
Sumber Lampost.co
Published: By: sella adelia - Agustus 30, 2017