Iduladha Membangun Solidaritas
.png)
PAMAN yang datang dari Negerikaton, Pesawaran, sejak Minggu (27/8/2017), atau sudah tiga hari lalu menginap di rumah saya di Bandar Lampung. Rencananya beliau dan keluarga akan menetap selama satu bulan lantaran sedang ada pekerjaan di Kota Tapis Berseri.
Tiba-tiba, Rabu (30/8) pagi, paman saya mendapat telepon dari kerabatnya di kampung halaman. Dia diminta pulang karena ditunjuk menjadi panitia kurban Hari Raya Iduladha. "Tolong besok (kamis) antar paman pulang ya. Tadi ditelepon diminta jadi panitia kurban di kampung," ujar paman.
"Iya paman. Terus kerjaan Paman bagaimana?" tanya saya.
"Ditinggal dulu saja. Nanti Sabtu ke sini lagi. Enggak enak kalau tidak datang karena mereka di sana nanti pasti sibuk untuk potong dan bagikan hewan kurban," ujarnya.
Luar biasa! Makna Iduladha bukan hanya mengajarkan kita untuk saling berbagi dengan mengikis rasa rakus terhadap harta duniawi. Namun, manfaat Hari Raya besar umat Islam itu pun mampu membangun kebersamaan dan solidaritas yang sangat erat.
Pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan saat Iduladha, memang sejatinya tidak bisa hanya dilakukan satu orang. Diperlukan kebersamaan mulai dari penyembelihan hingga pembagian hewan kurban.
Semangat solidaritas seperti inilah yang sangat penting untuk selalu dirawat seluruh elemen bangsa ini. Kebersamaan yang terjalin lewat hubungan harmonis pastinya akan berdampak positif dalam menciptakan iklim kehidupan yang kondusif.
Individualisme, sikap masa bodoh, hingga kurangnya rasa empati terhadap sesama, harus diakui saat ini masih kerap kita temui. Satu sama lain di antara kita sering mempertontonkan sikap saling menghujat. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menjurus SARA.
Tidak usah jauh-jauh, lihatlah di sekeliling kita. Saya yakin, masih ada orang-orang yang merasa dirinya paling hebat dan selalu ingin dihormati. Namun, dalam perilakunya sendiri orang tersebut mungkin saja justru buta dalam menghargai orang lain.
Sebab itu, datangnya Hari Raya Iduladha diharapkan dapat menjadi momen buat kita semua untuk melakukan introspeksi diri dengan terus merawat solidaritas, silaturahmi, dan empati. Tidak ada gunanya menyombongkan diri, bersikap tamak, atau paling berkuasa. Karena pada akhirnya, sebagai makhluk sosial, kita pasti akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Selamat Hari Raya Iduladha. ***
Tiba-tiba, Rabu (30/8) pagi, paman saya mendapat telepon dari kerabatnya di kampung halaman. Dia diminta pulang karena ditunjuk menjadi panitia kurban Hari Raya Iduladha. "Tolong besok (kamis) antar paman pulang ya. Tadi ditelepon diminta jadi panitia kurban di kampung," ujar paman.
"Iya paman. Terus kerjaan Paman bagaimana?" tanya saya.
"Ditinggal dulu saja. Nanti Sabtu ke sini lagi. Enggak enak kalau tidak datang karena mereka di sana nanti pasti sibuk untuk potong dan bagikan hewan kurban," ujarnya.
Luar biasa! Makna Iduladha bukan hanya mengajarkan kita untuk saling berbagi dengan mengikis rasa rakus terhadap harta duniawi. Namun, manfaat Hari Raya besar umat Islam itu pun mampu membangun kebersamaan dan solidaritas yang sangat erat.
Pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan saat Iduladha, memang sejatinya tidak bisa hanya dilakukan satu orang. Diperlukan kebersamaan mulai dari penyembelihan hingga pembagian hewan kurban.
Semangat solidaritas seperti inilah yang sangat penting untuk selalu dirawat seluruh elemen bangsa ini. Kebersamaan yang terjalin lewat hubungan harmonis pastinya akan berdampak positif dalam menciptakan iklim kehidupan yang kondusif.
Individualisme, sikap masa bodoh, hingga kurangnya rasa empati terhadap sesama, harus diakui saat ini masih kerap kita temui. Satu sama lain di antara kita sering mempertontonkan sikap saling menghujat. Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menjurus SARA.
Tidak usah jauh-jauh, lihatlah di sekeliling kita. Saya yakin, masih ada orang-orang yang merasa dirinya paling hebat dan selalu ingin dihormati. Namun, dalam perilakunya sendiri orang tersebut mungkin saja justru buta dalam menghargai orang lain.
Sebab itu, datangnya Hari Raya Iduladha diharapkan dapat menjadi momen buat kita semua untuk melakukan introspeksi diri dengan terus merawat solidaritas, silaturahmi, dan empati. Tidak ada gunanya menyombongkan diri, bersikap tamak, atau paling berkuasa. Karena pada akhirnya, sebagai makhluk sosial, kita pasti akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain. Selamat Hari Raya Iduladha. ***
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar