Laku Tidak Laku, Jualan Untung Tetap Cair
.png)
MENGGALA (Lampost.co) -- Siang itu, Senin (21/8/2017), saat mentari begitu terik dan kendaraan ramai melintas di Pasar Unit II, Banjaragung, seorang laki-laki bertopi dan mengenakan kemeja hitam bergegas mendorong gerobak ke tepian sebuah warung.
Sembari beristirahat dan menunggu pembeli, sesekali ia terlihat sibuk merapikan dagangan. Untung (56) sudah setengah abad lebih umurnya. Laki-laki kelahiran Lampung Timur itu lebih dari dua puluh tahun mengadukan nasibnya Tulangbawang.
Dengan berbekal semangat yang tidak pantang menyerah, tiap hari ia menyusuri seputaran wilayah Unit II, menjajakan es cincau yang ia naiki di sebuah gerobak dari satu tempat keramaian ke tempat keramaian lainnya.
Ia menuturkan setiap harinya harus mengeluarkan modal sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu untuk membeli kelengkapan dagangnya. Seperti membuat cincau, adunan gula merah, santan, dan tentunya batu es.
Ia mengaku dari jumlah modal yang ia keluarkan, ia mampu meraih untung Rp50 ribu—Rp80 ribu tergantung dengan cuaca. Karena, jika cuaca cerah berpihak kepadanya, dagangannya tak akan menunggu lama-lama pasti akan habis.
Namun, berbeda ketika cuaca tidak bersahabat, ia memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjajakannya. "Kalau dagang kayak gini sudah sekitar 10 tahun Mas saya lakoni. Beguyur ajalah Mas, kalau sudah rezeki kan enggak akan kemana," kata dia.
Untung mengaku dari hasil berdagang ia kumpulkan dikit demi sedikit untuk mencukupi kebutuhan dapurnya dan membiayai sekolah kedua buah hatinya. "Kalau segelas kan Rp4.000, Mas. Tapi kan kadang-kadang ada juga yang beli Rp2.000 ya saya terima.”
Untung mengaku walau sedikit hasilnya, anak-anaknya bisa tamat sekolah menengah atas (SMA). “Dan juga saya sudah mampu buat rumah walaupun enggak mewah seperti punya orang. Setidaknya saya sudah tidak ngontrak lagi," ujarnya.
Ia pun menceritakan suka dukanya berjualan es cincau dan memiliki keinginan membuka usaha lain. "Kalau saya ini sudah tua di jalan, Mas. Mau usaha lain kami enggak punya modal. Tapi ada enaknya kalau dagang es. Soalnya laku enggak laku tetap cair," kata dia sambil tertawa kecil.
Sembari beristirahat dan menunggu pembeli, sesekali ia terlihat sibuk merapikan dagangan. Untung (56) sudah setengah abad lebih umurnya. Laki-laki kelahiran Lampung Timur itu lebih dari dua puluh tahun mengadukan nasibnya Tulangbawang.
Dengan berbekal semangat yang tidak pantang menyerah, tiap hari ia menyusuri seputaran wilayah Unit II, menjajakan es cincau yang ia naiki di sebuah gerobak dari satu tempat keramaian ke tempat keramaian lainnya.
Ia menuturkan setiap harinya harus mengeluarkan modal sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu untuk membeli kelengkapan dagangnya. Seperti membuat cincau, adunan gula merah, santan, dan tentunya batu es.
Ia mengaku dari jumlah modal yang ia keluarkan, ia mampu meraih untung Rp50 ribu—Rp80 ribu tergantung dengan cuaca. Karena, jika cuaca cerah berpihak kepadanya, dagangannya tak akan menunggu lama-lama pasti akan habis.
Namun, berbeda ketika cuaca tidak bersahabat, ia memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjajakannya. "Kalau dagang kayak gini sudah sekitar 10 tahun Mas saya lakoni. Beguyur ajalah Mas, kalau sudah rezeki kan enggak akan kemana," kata dia.
Untung mengaku dari hasil berdagang ia kumpulkan dikit demi sedikit untuk mencukupi kebutuhan dapurnya dan membiayai sekolah kedua buah hatinya. "Kalau segelas kan Rp4.000, Mas. Tapi kan kadang-kadang ada juga yang beli Rp2.000 ya saya terima.”
Untung mengaku walau sedikit hasilnya, anak-anaknya bisa tamat sekolah menengah atas (SMA). “Dan juga saya sudah mampu buat rumah walaupun enggak mewah seperti punya orang. Setidaknya saya sudah tidak ngontrak lagi," ujarnya.
Ia pun menceritakan suka dukanya berjualan es cincau dan memiliki keinginan membuka usaha lain. "Kalau saya ini sudah tua di jalan, Mas. Mau usaha lain kami enggak punya modal. Tapi ada enaknya kalau dagang es. Soalnya laku enggak laku tetap cair," kata dia sambil tertawa kecil.
Sumber : Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar