Dua Dekade Kakek Samar Mengandalkan Kue Pancong
.png)
KALIANDA (Lampost.co) -- Cuaca Senin (28/8/2017), sekitar pukul 08.15, cukup cerah. Mentari pagi di ufuk timur seakan menyambut gairah semangat yang baru. Hilir mudik kendaraan pun cukup ramai di jalan poros, tepatnya di Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.
Di tengah para pegawai dan pelajar beraktivitas, tampak pria lanjut usia sibuk dengan peralatan bersama gerobak biru kesayangannya. Meski rambutnya telah memutih, semangat jiwa gairah dalam mengais rezeki masih melekat pada dirinya.
Kakek yang berdiri di samping gerobak itu Samar Yanto namanya. Di usianya yang kini menginjak 70 tahun itu masih melakoni profesinya sebagai penjual kue pancong keliling. Tak disangka, kakek itu telah dua dekade menjajakan kue pancong buatannya.
Kakek Samar mengaku meskipun sudah lanjut usia ia terpaksa tetap mengais rezeki dari kemampuannya membuat kue pancong. Itu dilakukannya untuk menafkahi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istri tercinta.
"Keuntungan sekitar Rp60 ribu—Rp70 ribu per hari saya pakai untuk kebutuhan di rumah. Walaupun enggak banyak, tapi alhamdulillah bisalah buat beli beras dan kebutuhan lainnya," kata Kakek Samar.
Warga Dusun Muarabadas, Desa Bangunan, itu mengaku sangat senang masih bisa bertahan menjajakan kue pancong yang dijualnya. Selain mencari nafkah, bagi Kakek Samar, keuntungan dari berjualan dengan berkeliling itu dapat menyehatkan badan.
"Kalau di rumah pasti banyak menganggurnya. Tapi, Kalau berjualan keliling ini bisa menyehatkan badan. Sama halnya dengan berolahraga. Badan jadi sehat, kebutuhan pun terpenuhi," kata Kakek Samar yang memiliki lima anak itu.
Di tengah para pegawai dan pelajar beraktivitas, tampak pria lanjut usia sibuk dengan peralatan bersama gerobak biru kesayangannya. Meski rambutnya telah memutih, semangat jiwa gairah dalam mengais rezeki masih melekat pada dirinya.
Kakek yang berdiri di samping gerobak itu Samar Yanto namanya. Di usianya yang kini menginjak 70 tahun itu masih melakoni profesinya sebagai penjual kue pancong keliling. Tak disangka, kakek itu telah dua dekade menjajakan kue pancong buatannya.
Kakek Samar mengaku meskipun sudah lanjut usia ia terpaksa tetap mengais rezeki dari kemampuannya membuat kue pancong. Itu dilakukannya untuk menafkahi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istri tercinta.
"Keuntungan sekitar Rp60 ribu—Rp70 ribu per hari saya pakai untuk kebutuhan di rumah. Walaupun enggak banyak, tapi alhamdulillah bisalah buat beli beras dan kebutuhan lainnya," kata Kakek Samar.
Warga Dusun Muarabadas, Desa Bangunan, itu mengaku sangat senang masih bisa bertahan menjajakan kue pancong yang dijualnya. Selain mencari nafkah, bagi Kakek Samar, keuntungan dari berjualan dengan berkeliling itu dapat menyehatkan badan.
"Kalau di rumah pasti banyak menganggurnya. Tapi, Kalau berjualan keliling ini bisa menyehatkan badan. Sama halnya dengan berolahraga. Badan jadi sehat, kebutuhan pun terpenuhi," kata Kakek Samar yang memiliki lima anak itu.
Sumber Lampost.c
o
o
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar