Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 06 September 2017

Tag: , , ,

Konflik Rakhine


Isnovan Djamaludin, wartawan Lampung Post. Dok. Lampost.co

Konflik Rakhine


KRISIS kemanusiaan yang menimpa umat muslim Rohingya di Myanmar telah menyentak dunia. Berbagai spekulasi muncul atas aksi militer Myanmar mengusir muslim Rohingya dari Rakhine. Mulai dari adanya motif bisnis minyak dan gas, pelabuhan internasional, hingga zona industri.
Sebenarnya seperti apa kekayaan Rakhine itu? Negara bagian Rakhine diketahui kaya akan sumber daya alam, antara lain cadangan minyak dan gas bumi. Wilayah ini juga memiliki sungai, danau, dan laut yang terhubung langsung dengan samudera luas. Hal ini menyebabkan prospek bisnis di Rakhine cukup potensial.
Begitulah hasil kajian dari sejumlah lembaga ekonomi dan riset Komisi Penasihat untuk Rakhine, pimpinan mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Dikutip dari consult-myanmar.com, di Rakhine ada sejumlah potensi bisnis yang bisa dikembangkan.
Di bidang infrastruktur, tahun ini pembangunan Pelabuhan Sittway oleh investor dari India ditargetkan rampung. Pelabuhan ini melayani rute Sittway—Paletwa dan Sittway—Kolkata.
Ada juga pembangunan jalan raya yang menghubungkan tiga negara, yakni India—Myanmar—Thailand. Jalan dibangun dari Mizoram di India hingga Paletwa yang akan mendukung pembangunan di Rakhine State dan Chin State. Investasi dan perdagangan asing di Rakhine akan meningkat pesat saat proyek multimodal Kaladan terintegrasi dengan jalan raya tiga negara yang menghubungkan Moreh di India ke Measot di Thailand melalui Mandaly dan Yangon.
Tak jauh dari ibu kota Rakhine, yakni Sittway, ada Kota Ponnagyun yang akan jadi zona industri. Saat ini pembangunan zona industri Ponnagyun seluas 1.833,15 hektare tengah berlangsung. Lokasinya persis di samping jalan raya yang menghubungkan Yangon-Sittway. Rencananya di zona industri Ponnagyun nanti dibangun aneka pabrik, mulai dari tekstil, elektronik, makanan, hingga arena pameran. Sejumlah investor asing akan menanamkan modalnya di sini. Di kawasan ini juga akan dibangun kereta cepat.
Adapun di Kyaukpyu akan ditetapkan sebagai zona ekonomi spesial (special economic zone/SEZ) yang diperkirakan bisa menyerap 200 ribu tenaga kerja lokal. Selain itu ada juga pembangunan Pelabuhan Laut Kyaukpyu yang nantinya mampu menyerap 100 ribu tenaga kerja.
Di bidang perdagangan, Rakhine melakukan hubungan dagang dengan sejumlah negara, termasuk Bangladesh. Sejumlah barang ekspor Rakhine, antara lain ikan segar dan ikan basah, produk agriculture serta bahan makanan. Ekspor ikan segar dan ikan basah ke sejumlah negara selama tahun fiskal 2016—2017 transaksinya mencapai 3,224 juta dolar AS.
Di sektor energi, berdasar data Forbes, Rakhine memiliki kandungan cadangan minyak dan gas sebesar 11 triliun dan 23 triliun kaki kubik. Rakhine memiliki sejumlah ladang gas lepas pantai. Ada juga eksplorasi minyak lepas pantai.
Sejumlah perusahaan tambang migas pun tercatat sudah menanamkan modalnya di Rakhine. Misalnya Statoil Myanmar Private Limited and Conoco Phillips Myanmar E&P Pte Ltd menginvestasikan 323,65 juta dolar AS untuk eksplorasi dan produksi minyak dan gas di Rakhine. Ada juga Woodside Energy (Myanmar) Pte Ltd and BG Exploration & Production Myanmar Pte Ltd yang menginvestasikan dana sebesar 290,1 juta dolar AS untuk eksplorasi dan produksi gas di ladang lepas pantai Rakhine.
Selama tahun fiskal 2016—2017, investasi di sektor energi di Rakhine mencapai 10 miliar dolar AS. Ada 27 proyek sektor energi di Myanmar yang masing-masing nilainya bisa mencapai 10,26 juta dolar AS.
Sungguh ironis dengan potensi ekonomi yang begitu besar, kini wilayah Rakhine malah menjadi daerah konflik berkepanjangan alias tak pernah usai. Kita semua berharap para pihak yang berkepentingan bisa menyelesaikan konflik yang terjadi sehingga tidak ada lagi warga Rakhine (baik muslim maupun nonmuslim) yang mengalami tindak kekerasan dan terpaksa harus mengungsi dengan meninggalkan negaranya.
Dan jangan pula motif ekonomi dijadikan pembenaran salah satu pihak untuk menguasai suatu wilayah dan menyingkirkan masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Kita sebagai umat manusia sangat mengutuk aksi kekerasan yang terjadi, apalagi hingga menimbulkan korban jiwa dengan dalih apa pun. 
Sumber Lampost.co

About sella adelia

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar