Ketua PBNU Sebut Nasionalisme Bagian dari Iman
.png)
Magelang (Lampost.co) -- Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh gerakan kelompok-kelompok yang menggulirkan isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) yang mengarah pada perpecahan bangsa.
Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj mengatakan, nasionalisme sama sekali tidak bertentangaan dengan ajaran agama apapun. "Nasionalisme justru merupakan bagian dari iman," katanya saat Apel Perkemaan Wira Karya Maarif Nasional (Perwimanas) di Lapangan Tembak Plempungan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin 18 September 2017..
Kiai Said mengatakan, rasa cinta tanah air telah menyelamatkan bangsa Indonesia dari perpecahan.
Said menegaskan, NU berdiri karena ada komitmen menjaga kemajemukan dengan mengembangkan cinta tanah air pada generasi muda.
Said mengungkapkan, akhir-akhir ini intensitas konflik yang dilatarbelakangi SARA semakin meningkat di dunia. Perlahan namun pasti, katanya, konflik yang terjadi di Irak, Suriah, Myanmar, dan di belahan bumi lainnya mereduksi komitmen kebangsaan sebagian warga Indonesia.
"Hal itu ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleransi yang terjadi dalam skala besar akhir-akhir ini," katanya.
Menurutnya, sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu tertanam dalam setiap generasi penerus bangsa. Sehingga, kelompok yang tidak bertanggung jawab tidak dapat menggunakan SARA untuk merusak bangsa.
"Generasi muda banyak dihadapkan tantangan yang dapat mereduksi komitmen kebangsaan mereka. Kegiatan ini dapat membentengi siswa Lembaga Pendidikan Maarif dari berbagai pemahaman yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara," katanya.
Said menegaskan, NU berdiri karena ada komitmen menjaga kemajemukan dengan mengembangkan cinta tanah air pada generasi muda.
Said mengungkapkan, akhir-akhir ini intensitas konflik yang dilatarbelakangi SARA semakin meningkat di dunia. Perlahan namun pasti, katanya, konflik yang terjadi di Irak, Suriah, Myanmar, dan di belahan bumi lainnya mereduksi komitmen kebangsaan sebagian warga Indonesia.
"Hal itu ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleransi yang terjadi dalam skala besar akhir-akhir ini," katanya.
Menurutnya, sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu tertanam dalam setiap generasi penerus bangsa. Sehingga, kelompok yang tidak bertanggung jawab tidak dapat menggunakan SARA untuk merusak bangsa.
"Generasi muda banyak dihadapkan tantangan yang dapat mereduksi komitmen kebangsaan mereka. Kegiatan ini dapat membentengi siswa Lembaga Pendidikan Maarif dari berbagai pemahaman yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara," katanya.
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar