Gabung Kelompok Militan, Sejumlah Wanita dan Anak-anak Marawi Angkat Senjata
.png)
Manila (Lampost.co) -- Sejumlah wanita dan anak-anak ikut bergabung dalam kelompok militan di Marawi dan mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah Filipina.
Pemimpin militer Mindanao Barat, Letnan Jenderal Carlito Galves mengatakan, jumlah militan kini mulai berkurang, tetapi di dalam pejuang tersebut terdapat wanita dan anak-anak.
"Pasukan kami di lapangan melihat wanita dan anak-anak ikut menembaki pasukan kami. Mungkin mereka anggota keluarga militan," kata Galves, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa 5 September 2017.
"Kami sekarang berada di tahap akhir operasi dan kami mengharapkan krisis ini segera berakhir," lanjut dia.
Galvez mengatakan bahwa saat ini masih ada ada sekitar 56 sandera, kebanyakan dari mereka wanita, dan sekitar 80 penduduk laki-laki dipaksa mengangkat senjata dan melawan militer.
Menurut laporan, lebih dari 800 orang telah tewas dalam pertempuran tersebut. Mayoritas dari mereka adalah militan kelompok Maute. Bentrokan pecah sejak 23 Mei yang lalu dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan status darurat di Marawi selama dua bulan.
Pertempuran tersebut merupakan tantangan keamanan terbesar selama bertahun-tahun bagi Filipina yang mayoritas beragama Katolik.
Bentrokan yang berkepanjangan dan ketahanan pemberontak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa kelompok di Filipina yang setiap kepada ISIS, memiliki hubungan dengan militan Indonesia dan Malaysia.
"Kami sekarang berada di tahap akhir operasi dan kami mengharapkan krisis ini segera berakhir," lanjut dia.
Galvez mengatakan bahwa saat ini masih ada ada sekitar 56 sandera, kebanyakan dari mereka wanita, dan sekitar 80 penduduk laki-laki dipaksa mengangkat senjata dan melawan militer.
Menurut laporan, lebih dari 800 orang telah tewas dalam pertempuran tersebut. Mayoritas dari mereka adalah militan kelompok Maute. Bentrokan pecah sejak 23 Mei yang lalu dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte menetapkan status darurat di Marawi selama dua bulan.
Pertempuran tersebut merupakan tantangan keamanan terbesar selama bertahun-tahun bagi Filipina yang mayoritas beragama Katolik.
Bentrokan yang berkepanjangan dan ketahanan pemberontak telah meningkatkan kekhawatiran bahwa kelompok di Filipina yang setiap kepada ISIS, memiliki hubungan dengan militan Indonesia dan Malaysia.
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar