DKL Gelar Festival Monolog 2017
.png)
BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komite Teater Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menggelar festival monolg 2017 pada 7 – 10 September mendatang. Kegiatan bertajuk Festival Monoton atawa Monolog Sing Ditonton ini akan ditaja, di Graha Mahasiswa, Universitas Lampung.
Menurut Alexander GB dari Komite Teater DKL kegiatan tersebut bertujuan menciptakan generasi muda teater yang kreatif, inovatif. Serta memiliki kepekaan dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dengan teater sebagai media pengambarannya.
“Ini ibarat sebentuk ruang yang tepat untuk menguji atau meningkatkan kemampuannya, menyediakan saluran kreativitas dan kesadaran yang barangkali macet oleh rutinitas,” ujar GB panggilan akrab Alexander, Kamis (7/9/2017).
Lebih lanjut, GB mengatakan, Festival Monolog yang terbuka untuk umum ini, akan menghadirkan dewan juri ternama terdiri dari Iswadi Pratama (Sutradara dan Direktur Artistik Teater Satu Lampung), Ari Pahala Hutabarat (Sutradara dan Direktur Artistik Kober), dan Edy Samudera Kertagama (Sutradara Teater Kuman dan Anggota Komite Teater DKL).
Peserta festival tersebut akan diberikan pilihan naskah antara lain; Hati yang Meracau (Edgar Allan Poe), Aeng (Putu Wijaya), Merdeka (Putu Wijaya), Bara di Hamparan Salju (Osman Saadi), Perempuan Pilihan (Iswadi Pratama), dan Clara(Seno Gumira Aji Darma). Sebagai hadiah, panitia memberikan uang pembinaan jutaan rupiah.
Ketua Bidang I DKL, Hari Jayaningrat mengatakan, Festival Monolog DKL tahun ini, diharapkan bisa menjadi ajang temu karya dan silaturahmi seniman teater di Lampung dan nasional.
“Ini merupakan salah satu wujud kontribusi Komite Teater DKL bagi perkembangan seni dan pemikiran di Lampung. Belasan puluhan pementasan monolog berkualitas akan disajikan dalam event ini,” papar Hari.
Menurut Alexander GB dari Komite Teater DKL kegiatan tersebut bertujuan menciptakan generasi muda teater yang kreatif, inovatif. Serta memiliki kepekaan dan kemampuan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dengan teater sebagai media pengambarannya.
“Ini ibarat sebentuk ruang yang tepat untuk menguji atau meningkatkan kemampuannya, menyediakan saluran kreativitas dan kesadaran yang barangkali macet oleh rutinitas,” ujar GB panggilan akrab Alexander, Kamis (7/9/2017).
Lebih lanjut, GB mengatakan, Festival Monolog yang terbuka untuk umum ini, akan menghadirkan dewan juri ternama terdiri dari Iswadi Pratama (Sutradara dan Direktur Artistik Teater Satu Lampung), Ari Pahala Hutabarat (Sutradara dan Direktur Artistik Kober), dan Edy Samudera Kertagama (Sutradara Teater Kuman dan Anggota Komite Teater DKL).
Peserta festival tersebut akan diberikan pilihan naskah antara lain; Hati yang Meracau (Edgar Allan Poe), Aeng (Putu Wijaya), Merdeka (Putu Wijaya), Bara di Hamparan Salju (Osman Saadi), Perempuan Pilihan (Iswadi Pratama), dan Clara(Seno Gumira Aji Darma). Sebagai hadiah, panitia memberikan uang pembinaan jutaan rupiah.
Ketua Bidang I DKL, Hari Jayaningrat mengatakan, Festival Monolog DKL tahun ini, diharapkan bisa menjadi ajang temu karya dan silaturahmi seniman teater di Lampung dan nasional.
“Ini merupakan salah satu wujud kontribusi Komite Teater DKL bagi perkembangan seni dan pemikiran di Lampung. Belasan puluhan pementasan monolog berkualitas akan disajikan dalam event ini,” papar Hari.
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar