Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 03 September 2017

Tag: , , , , , , ,

Batasi Penggunaan Gawai pada Anak


Ilustrasi anak memakai gawai. Dok. Int

Batasi Penggunaan Gawai pada Anak


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tiga kementerian segera mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler atau gawai pada anak-anak. Langkah itu diambil antara lain guna menghindari kekerasan pada anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan pada 2030 Indonesia harus bebas dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Terkait dengan pembatasan penggunaan gawai pada anak, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Menteri Kominfo telah menyampaikan ke saya bahwa kami bertiga akan membuat satu keputusan tiga menteri yang isinya tentang pembatasan penggunaan ponsel pada anak-anak," kaya Yohana di sela temu wicara dengan kader Posdaya Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini.
Menurut dia, pembatasan penggunaan gawai pada anak harus segera diterapkan agar anak-anak tidak terjerumus pada hal negatif yang bisa merusak pikiran mereka akibat kecanduan bermain ponsel pintar. Penggunaan gawai oleh anak sangat berbahaya jika tidak dikontrol, terutama dengan banyaknya konten negatif yang bisa ditiru.
"Saya belum tahu batas usia anak yang tidak boleh menggunakan ponsel. Nanti dibicarakan dalam rapat bersama tiga menteri. Namun, saya harap bisa secepatnya diterapkan," ujar Yohana.
Penggunaan gawai oleh anak harus dibatasi dan mereka hanya boleh menggunakannya atas izin guru sekolah, antara lain untuk mencari bahan atau materi pembelajaran dari internet. Yohana juga meminta para orang tua untuk mendukung pembatasan penggunaan ponsel agar jangan sampai seluruh waktu anak tersita untuk mengoperasikan telepon pintarnya.
"Harus terbentuk hubungan antara anak dan orang tua. Anak-anak harus diajak mengalihkan perhatian dari ponsel, antara lain dengan mengajak anak untuk pergi ke taman, renang, atau kegiatan positif lainnya," kata dia.
Menurut Kepala TK Amarta Tani, Bandar Lampung, Ely Andayani, pembatasan penggunaan gawai pada anak dibutuhkan agar mereka tidak tumbuh menjadi sosok yang egois. Anak usia dini masih sangat membutuhkan interaksi yang akan merangsang kecerdasan mereka, terutama kecerdasan sosial.
"Jika anak tidak dibatasi bermain gadget, mereka akan menjadi malas berinteraksi dengan orang lain, termasuk dengan orang tuanya," kata Ely.
Menurut dia, saat ini orang tua harus cerdas dalam mengenalkan teknologi, termasuk gawai kepada anak. "Mereka memang boleh dikenalkan, tetapi tidak untuk menjadi kebutuhan."
Ely menyarankan orang tua lebih banyak mengajak anak berinteraksi ketika bersama, seperti mengobrol, beraktivitas, dan bermain bersama. 
Sumber Lampost.co

About sella adelia

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar