Remaja Impulsif dan Otak
.png)
HASIL riset terkini menemukan hubungan positif antara perilaku impulsif (bertindak tiba-tiba menurut gerak hati) remaja dan perkembangan otak mereka saat dewasa. Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Cognitive Neuroscience itu menyebut tindakan eksplorasi remaja dengan kendali yang cukup dapat membuat otak mereka belajar tentang dunia.
Perilaku remaja itu didorong dopamin neurotransmiter, yang mendasari pencarian sensasi tetapi juga meningkatkan kemampuan otak untuk memberi kontrol lebih besar dan belajar dari pengalaman.
Beragam pengalaman para remaja itu akan mengubah cara berpikirnya mengenai risiko saat dewasa, terutama dalam menghadapi keputusan sulit seperti membuat keputusan memilih pekerjaan dan pasangan hidup. Namun, perilaku impulsif remaja dengan kontrol yang lemah akan memberikan hasil yang tidak sehat dan mulai terlihat sejak umur 4—5 tahun dengan tingkat cedera tinggi dan kekerasan.
Perilaku remaja itu didorong dopamin neurotransmiter, yang mendasari pencarian sensasi tetapi juga meningkatkan kemampuan otak untuk memberi kontrol lebih besar dan belajar dari pengalaman.
Beragam pengalaman para remaja itu akan mengubah cara berpikirnya mengenai risiko saat dewasa, terutama dalam menghadapi keputusan sulit seperti membuat keputusan memilih pekerjaan dan pasangan hidup. Namun, perilaku impulsif remaja dengan kontrol yang lemah akan memberikan hasil yang tidak sehat dan mulai terlihat sejak umur 4—5 tahun dengan tingkat cedera tinggi dan kekerasan.
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar