Ibadah haji 2017. Dok. Lampost.co
Jemaah Jangan Paksakan Diri Kejar Keutamaan
.png)
MEKAH (Lampost.co) – Jemaah calon haji (calhaj) diminta tidak memaksakan diri mengejar keutamaan waktu afdal. Namun, mereka dianjurkan bersiap agar bisa menjalankan ibadah haji sesuai rukun, wajib, dan sunahnya yakni waktu afshah.
Hal itu dilaporkan kontributor Lampung Post, Junaidi, dari Tanah Suci saat dihubungi Rabu (23/8/2017) malam. Hingga kini jemaah di kloter 31/JKG tempatnya bergabung masih diminta untuk tidak melakukan banyak kegiatan selain ibadah.
"Apalagi sekarang suhu udara Mekah mencapai 45 derajat Celsius, saya periksa terus di android suhu udara di sini. Biasanya setelah salat subuh, kami banyak beraktivitas di Masjidil Haram seperti membawa Alquran atau zikir dan salat sunah," kata Junaidi.
Kini, penyelenggaraan ibadah haji sudah mendekati fase puncak, yaitu rangkaian kegiatan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Panitia Penyelenggaraan Haji Indonesia (PPHI) juga terus memantau kondisi jemaah. Mereka memberi pengertian tentang waktu afdal dan waktu afshah.
“Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jemaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdal) karena berisiko,” kata Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Mekah, Selasa (22/8/2017).
Waktu utama yang dimaksud Mu’thi, antara lain waktu lontar jumrah aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aqabah pada waktu itu. Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan giliran jemaah calon haji Indonesia.
"Patuhi schedule yang telah ditetapkan pemerintah Saudi dan Indonesia," ujarnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menilai haji bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jemaah pascamenunaikan ibadah haji. "Keutamaan bisa diraih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," kata dia.
Sumber Lampost.co
.png)
MEKAH (Lampost.co) – Jemaah calon haji (calhaj) diminta tidak memaksakan diri mengejar keutamaan waktu afdal. Namun, mereka dianjurkan bersiap agar bisa menjalankan ibadah haji sesuai rukun, wajib, dan sunahnya yakni waktu afshah.
Hal itu dilaporkan kontributor Lampung Post, Junaidi, dari Tanah Suci saat dihubungi Rabu (23/8/2017) malam. Hingga kini jemaah di kloter 31/JKG tempatnya bergabung masih diminta untuk tidak melakukan banyak kegiatan selain ibadah.
"Apalagi sekarang suhu udara Mekah mencapai 45 derajat Celsius, saya periksa terus di android suhu udara di sini. Biasanya setelah salat subuh, kami banyak beraktivitas di Masjidil Haram seperti membawa Alquran atau zikir dan salat sunah," kata Junaidi.
Kini, penyelenggaraan ibadah haji sudah mendekati fase puncak, yaitu rangkaian kegiatan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Panitia Penyelenggaraan Haji Indonesia (PPHI) juga terus memantau kondisi jemaah. Mereka memberi pengertian tentang waktu afdal dan waktu afshah.
“Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jemaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdal) karena berisiko,” kata Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Mekah, Selasa (22/8/2017).
Waktu utama yang dimaksud Mu’thi, antara lain waktu lontar jumrah aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aqabah pada waktu itu. Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan giliran jemaah calon haji Indonesia.
"Patuhi schedule yang telah ditetapkan pemerintah Saudi dan Indonesia," ujarnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menilai haji bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jemaah pascamenunaikan ibadah haji. "Keutamaan bisa diraih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," kata dia.
Hal itu dilaporkan kontributor Lampung Post, Junaidi, dari Tanah Suci saat dihubungi Rabu (23/8/2017) malam. Hingga kini jemaah di kloter 31/JKG tempatnya bergabung masih diminta untuk tidak melakukan banyak kegiatan selain ibadah.
"Apalagi sekarang suhu udara Mekah mencapai 45 derajat Celsius, saya periksa terus di android suhu udara di sini. Biasanya setelah salat subuh, kami banyak beraktivitas di Masjidil Haram seperti membawa Alquran atau zikir dan salat sunah," kata Junaidi.
Kini, penyelenggaraan ibadah haji sudah mendekati fase puncak, yaitu rangkaian kegiatan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Panitia Penyelenggaraan Haji Indonesia (PPHI) juga terus memantau kondisi jemaah. Mereka memberi pengertian tentang waktu afdal dan waktu afshah.
“Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jemaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdal) karena berisiko,” kata Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Mekah, Selasa (22/8/2017).
Waktu utama yang dimaksud Mu’thi, antara lain waktu lontar jumrah aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aqabah pada waktu itu. Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan giliran jemaah calon haji Indonesia.
"Patuhi schedule yang telah ditetapkan pemerintah Saudi dan Indonesia," ujarnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menilai haji bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jemaah pascamenunaikan ibadah haji. "Keutamaan bisa diraih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," kata dia.
Sumber Lampost.co
About sella adelia
Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.


0 komentar:
Posting Komentar