Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 Agustus 2017

Tag: , , , , , ,

Film Perempuan Hebat



K.H. Ahmad Dahlan bersama para sahabat memimpin rapat pembentukan organisasi perempuan pada tahun 1917. (Dokumen).

Film Perempuan Hebat


JAKARTA (Lampost.co) -- Masih dalam semangat Hari Ulang Tahun ke-72 RI, Iras Film mempersembahkan sebuah film biopic tentang sosok Pahlawan Nasional Indonesia Siti Walidah. Perempuan ini dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, seorang tokoh perempuan dari Kauman, Yogyakarta, istri pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan. Film berdurasi 90 menit tersebut siap menghias layar bioskop Indonesia dan tayang perdana 24 Agustus 2017 mendatang.
“Film Nyai Ahmad Dahlan kami angkat dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air pada sosok pahlawan nasional kita,” jelas Asrul Azis Taba, Executive Produser Iras Film di Jakarta, Minggu (20/8). Menurut Asrul, saat ini belum banyak sosok Pahlawan Nasional Indonesia perempuan yang diangkat dalam sebuah film biopic padahal kiprah mereka bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat Indonesia saat ini.
film Nyai Ahmad Dahlan menjadi pelengkap dari film sebelumnya berjudul Sang Pencerah. Hanya saja pada film ini, fokus utamanya lebih dititik beratkan pada peranan dan sosok Nyai Ahmad Dahlan dalam pergerakan Muhammadiyah dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Cerita film Nyai Ahmad Dahlan merupakan kisah sejati seorang Nyai Ahmad Dahlan. Film ini juga menjadi bukti dan mempertegas mengapa Nyai Ahmad Dahlan ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional. Selain itu, Film Nyai Ahmad Dahlan juga bisa menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia. Bahwa berjuang itu tidak harus tampil secara fisik. Mendampingi dan berada dibelakang suami agar suami berada di depan pun merupakan bentuk perjuangan yang tak kalah hebatnya.
Kebesaran seorang Nyai Ahmad Dahlan bukan karena istri Kyai Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1912. Namun karena kiprahnya sebagai seorang pelopor gerakan. Nyai Ahmad Dahlan yang dilahirkan pada tahun 1872 adalah pendiri gerakan perempuan ‘Sopo Tresno’ yang kemudian bernama Aisyiyah.
Melalui organisasi wanita Aisyiah, Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan sangat membantu perjuangan kemerdekaan. Di awal revolusi, tokoh perempuan ini menggerakkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum. Nyai Dahlan juga rajin bertukar pikiran tentang perjuangan dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman. Siti Walidah merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926.
Film yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta pada bulan April lalu itu, dibintangi Tika Bravani sebagai Nyai Ahmad Dahlan, David Chalik sebagai Kyai Ahmad Dahlan, Cok Simbara, Della Puspita, Rara Nawangsih, Egi Fedly, Malvino Fajaro, Inne Azri dan disutradari oleh Olla Ata Adonara. “Bagi kami membuat film ini adalah amanah luar biasa. Sosok beliau sangat hebat. Setiap perjalanan hidup Nyai Ahmad Dahlan sangat inspiratif. Beliau benar-benar uswatun hasanah bagi umat. Dalam durasi 98 menit Insya Allah kami berusaha gambarkan siapa beliau. Sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai istri … ibu … guru … sahabat … dan pejuang …” jelas Dyah Kalsitorini, produser sekaligus penulis skenario Film Nyai Ahmad Dahlan. *
Sumber : Lampost.co

About sella adelia

Hi, My Name is Hafeez. I am a webdesigner, blogspot developer and UI designer. I am a certified Themeforest top contributor and popular at JavaScript engineers. We have a team of professinal programmers, developers work together and make unique blogger templates.

0 komentar:

Posting Komentar